Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Eks-PKI Ini Siap Tunjukkan Kuburan Massal di Blitar Selatan

image-gnews
Sejumlah siswa sekolah mengunjungi lokasi kuburan massal eks anggota PKI di dusun Plumbon, Ngalian, Semarang, 6 Juni 2015. Kuburan ini mengubur 24 orang anggota PKI dalam 2 lubang besar. TEMPO/Budi Purwanto
Sejumlah siswa sekolah mengunjungi lokasi kuburan massal eks anggota PKI di dusun Plumbon, Ngalian, Semarang, 6 Juni 2015. Kuburan ini mengubur 24 orang anggota PKI dalam 2 lubang besar. TEMPO/Budi Purwanto
Iklan

TEMPO.CO, Blitar – Perintah Presiden Joko Widodo untuk melacak lokasi kuburan massal pembantaian 1965 mendapat apresiasi eks-PKI di Blitar Selatan. Mereka siap menunjukkan tempat-tempat yang menjadi lokasi pembantaian sekaligus kuburan massal oleh militer.

Salah satunya Sukiman, bekas aktivis Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), organisasi seni yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia di Blitar Selatan. Menurut dia, ada tiga titik lokasi pembantaian sekaligus kuburan massal di Blitar Selatan yang menyimpan ratusan rangka manusia. “Saya bisa menunjukkan tempatnya,”kata Sukiman kepada Tempo, Kamis 28 April 2016.

Baca: Luhut Minta LSM Bantu Cari Kuburan Massal Korban 1965

Seniman yang kini berprofesi sebagai petani di Kabupaten Blitar ini mengungkapkan tiga titik lokasi kuburan massal yang dia ketahui. Lokasi pertama berada di Desa Kembangan, Kecamatan Lodoyo yang menjadi tempat pembantaian anggota PKI yang ditahan tentara. Mereka dikirim ke tempat itu menggunakan truk untuk dihabisi dan dikubur sekalian. Selanjutnya bekas urukan tanah itu dilindas dengan truk untuk menyamarkan menjadi jalan biasa.

Lokasi kedua berada di Dukuh Sidorejo, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto. Lokasi yang berada di kaki bukit ini menjadi tempat penembakan massal anggota TNI kepada orang-orang yang dicurigai terlibat PKI. Dengan tangan diikat, mereka diminta berdiri berjajar untuk dieksekusi dengan senapan. “Salah satu korban ada yang masih hidup dengan peluru di kaki. Dia berpura-pura mati di rendaman darah teman-temannya,”kata Sukiman.

Sedangkan lokasi terakhir berada di Dukuh Bokolan, Desa Lorejo, Kecamatan Bakung yang berupa goa bawah tanah. Warga yang menyebutnya sebagai luweng tikus bersaksi ada seratus lebih kerangka manusia di dalamnya. Mereka dieksekusi dengan cara dipukul dan diterjunkan ke dalam luweng sedalam puluhan meter di tengah hutan.

Menurut Sukiman, seorang peneliti dari Jakarta pernah melakukan pengambilan gambar di dalam luweng dan menemukan tulang belulang manusia.

Baca: Inilah Kisah Nani, Ditangkap Usai Nyanyi di Ultah PKI

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dia berharap instruksi Presiden Joko Widodo untuk melacak keberadaan lokasi kuburan massal ini ditanggapi serius oleh pihak terkait. Hal ini akan membuktikan adanya lokasi-lokasi tersebut yang selama ini kerap dikaburkan.

Terpisah Ketua Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Blitar Imron Rosadi menyayangkan instruksi Presiden tersebut. Sebab pelacakan kembali keberadaan kuburan massal itu justru akan menimbulkan persoalan baru. “Ini seperti membuka babak baru polemik PKI,” katanya.

Baca: TNI Menolak Penguakan Sejarah 1965? Ini Kata Agus Widjojo

Karena itu dia meminta kepada semua pihak untuk mengembalikan persoalan ini ke ranah hukum. Masing-masing pihak diminta menyampaikan bukti dan fakta di persidangan untuk membuktikan kebenaran sejarah secara konkrit. Sehingga masing-masing pihak tidak akan saling mengklaim.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo memerintahkan Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan melacak lokasi keberadaan kuburan massal. Instruksi ini dikeluarkan usai pelaksanaan simposium nasional tragedi 1965.

HARI TRI WASONO

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sejak Kapan Film Pengkhianatan G30S/PKI Tak Lagi Wajib Tayang dan Tonton?

3 hari lalu

Film Pengkhianatan G 30S PKI dan Rumah Kades
Sejak Kapan Film Pengkhianatan G30S/PKI Tak Lagi Wajib Tayang dan Tonton?

Film Pengkhianatan G30S/PKI pernah menjadi film wajib tayang dan tonton bagi siswa seluruh Indonesia. Sejak kapan tak lagi diwajibkan?


Berikut Sikap Pemerintah Terhadap Korban Pasca G30S 1965

3 hari lalu

Menkopolhukam Mahfud MD berbincang dengan seorang eksil seusai pertemuan rombongan pemerintah dengan para eksil Indonesia di Diemen, Belanda, pada hari Minggu, 27 Agustus, 2023. Foto: Linawati Sidarto
Berikut Sikap Pemerintah Terhadap Korban Pasca G30S 1965

Begini sikap pemerintah terhadap korban pasca G30S 1965. Mahfud Md dan Menkumham Yasonna Laoly memberikan peluang repatriasi.


Dokumen Gilchrist Versi Keterlibatan Intelijen Asing dalam Peristiwa G30S 1965

4 hari lalu

Pemberitaan mengenai Dokumen Gilchrist dan hubungannya dengan Subandrio di Canberra Times edisi 3 Oktober 1966. Foto: trove.nla.gov.au
Dokumen Gilchrist Versi Keterlibatan Intelijen Asing dalam Peristiwa G30S 1965

Berbagai versi muncul menjadi latar terjadinya peristiwa G30S yang masa orde disebut G30S/PKI. Salah satunya adanya dokumen Gilchrist. Apa isinya?


Pasukan Tengkorak Kostrad Dipercaya Atasi KKB Papua, Begini Pasukan Elite Ini Beraksi

9 Maret 2023

Kostrad atau Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, merupakan divis elit di TNI AD. Pasukan ini terdiri atas 2 divisi yang memiliki kemampuan terjun payung, didirikan pada tahun 1961 dengan motto Dharma Putera. Kostrad menggunakan baret hijau sebagai identitas diri, dipimpin oleh perwira tinggi bintang 3. Pasukan ini tergolong sebagai pasukan elit di Indonesia, dengan segudang pengalaman tempur. TEMPO/Hariandi Hafid
Pasukan Tengkorak Kostrad Dipercaya Atasi KKB Papua, Begini Pasukan Elite Ini Beraksi

Kostrad mempercayakan Pasukan Tengkorak untuk menangani Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Berikut profil salah satu pasukan elite TNI itu.


Ledakan di Blitar, 1 Meninggal dan 3 Orang Tertimbun

20 Februari 2023

Petugas memasang garis polisi di lokasi ledakan, Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Minggu 19 Februari 2023 malam. Satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya masih dicari setelah insiden ledakan yang menghancurkan satu rumah. ANTARA/ HO-Polres Blitar
Ledakan di Blitar, 1 Meninggal dan 3 Orang Tertimbun

Polisi masih berjaga di lokasi kejadian ledakan dan bau bahan kimia pembuatan petasan sisa ledakan masih tercium lumayan kuat.


Penumpasan G30S: Jejak Sarwo Edhie Wibowo Sang Komandan RPKAD

4 Oktober 2022

Komandan RPKAD Kolonel Sarwo Edhie Wibowo (tengah), di depan mahasiswa yang tergabung dalam KAMI di halaman kampus UI, Jakarta, 10 Januari 1966. Foto: DOk. Perpusnas RI
Penumpasan G30S: Jejak Sarwo Edhie Wibowo Sang Komandan RPKAD

Sarwo Edhie dan pasukannya bertugas menumpas kelompok G30S dan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang saat itu dianggap bertanggung jawab terhadap G30S.


Cerita Prajurit RPKAD Temukan Sumur di Lubang Buaya Tempat Jasad 6 Jenderal Korban G30S

3 Oktober 2022

Suasana sumur maut lubang buaya di Monumen Kesaktian Pancasila, Jakarta, Selasa, 29 September 2020. Tempat tersebut nantinya akan dijadikan lokasi upacara untuk peringatan Hari Kesaktian Pancasila sekaligus mengenang korban dalam peristiwa G30S/PKI khususnya tujuh pahlawan revolusi pada 1 Oktober mendatang. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Cerita Prajurit RPKAD Temukan Sumur di Lubang Buaya Tempat Jasad 6 Jenderal Korban G30S

Hari ini 57 tahun silam, pasca G30S, personel RPKAD menemukan sebuah sumur tua di Lubang Buaya area Halim tempat 6 jasa jenderal dan 1 kapten.


Menapaki Jejak Keterlibatan CIA dalam G30S

2 Oktober 2022

Logo CIA. [www.the-parallax.com]
Menapaki Jejak Keterlibatan CIA dalam G30S

David T. Johnson, dalam bukunya mengungkapkan bahwa Amerika Serikat, melalui tangan-tangan CIA, turut terlibat dalam G30S pada 30 September 1965.


Daftar Buku yang Membedah Peristiwa G30S

30 September 2022

Sjam Kamaruzaman. store.tempo.co
Daftar Buku yang Membedah Peristiwa G30S

Banyak buku yang diterbitkan dalam beragam versi membahas peristiwa G30S. Di antara buku itu ada Gestapu 65 PKI, Sjam, Bung Karno Nawaksara dan G30S.


Satu Peristiwa Empat Nama: Apa Beda G30S, Gestapu, Gestok, dan G30S/PKI

30 September 2022

Suasana diorama peristiwa G30S/PKI di kawasan Monumen Kesaktian Pancasila, Jakarta, Selasa, 29 September 2020. Diorama tersebut dibuat untuk peringatan Hari Kesaktian Pnlancasila dan mengenang korban dalam peristiwa G30S/PKI khususnya tujuh pahlawan revolusi pada 1 Oktober mendatang. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Satu Peristiwa Empat Nama: Apa Beda G30S, Gestapu, Gestok, dan G30S/PKI

Tiap 30 September, Indonesia mengenang tragedi kelam G30S. Terdapat beberapa istilah lainnjya seperti Gestapu, Gestok dan G30S/PKI.