Keluarga Sandera Minta Televisi Stop Berita Eksekusi Sandera  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sutomo, 47 tahun, warga Dukuh Miliran, Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, menunjukkan foto anak sulungnya, Bayu Oktavianto, 22 tahun, yang bekerja di PT Patria (PT Patria Maritim Lines Banjarmasin) sebagai nahkoda di kapal Brahma 12. Kapal Bayu disandera kelompok teroris Abu Sayyaf di sebuah pulau wilayah Filipina sejak Sabtu sore pekan lalu. TEMPO/Dinda Leo Listy

    Sutomo, 47 tahun, warga Dukuh Miliran, Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, menunjukkan foto anak sulungnya, Bayu Oktavianto, 22 tahun, yang bekerja di PT Patria (PT Patria Maritim Lines Banjarmasin) sebagai nahkoda di kapal Brahma 12. Kapal Bayu disandera kelompok teroris Abu Sayyaf di sebuah pulau wilayah Filipina sejak Sabtu sore pekan lalu. TEMPO/Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Klaten - Keluarga Bayu Oktavianto, 22 tahun, satu dari sepuluh awak kapal Brahma 12 yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina selatan, berharap media televisi tidak mengulang penayangan berita tentang pemenggalan seorang sandera asal Kanada.

    "Kami memohon kepada semua stasiun televisi untuk tidak menayangkan peristiwa yang menimpa sandera asal negara lain itu. Berita itu dampaknya luar biasa bagi kami," kata Sutomo, 49 tahun, ayah Bayu, warga Dukuh Miliran, Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu, 27 April 2016.

    Sebelumnya, milisi Abu Sayyaf memenggal lelaki asal Calgary, Kanada, John Ridsdel, pada Senin, 25 April 2016. Lelaki 68 tahun yang disandera sejak 21 September 2015 itu dibunuh setelah tenggat pembayaran tebusan sebesar 300 juta peso atau sekitar Rp 84,5 miliar yang dituntut Abu Sayyaf kepada pemerintah Kanada berakhir.

    Setelah mendengar berita pemenggalan Ridsdel, ucap Sutomo, kesedihan yang dirasakan istrinya, Rahayu, 47 tahun, makin mendalam. Sejak Bayu dan sembilan rekan kerjanya disandera kelompok Abu Sayyaf pada 26 Maret 2016, ibu empat anak yang bekerja sebagai buruh di salah satu pabrik tekstil di Kabupaten Sukoharjo itu hingga kini belum bisa bekerja.

    "Kami serahkan semuanya kepada perusahaan dan pemerintah," tutur Sutomo. Meski semakin mencemaskan kondisi Bayu sejak mengetahui insiden yang menimpa Ridsdel, Sutomo optimistis anak sulungnya itu bisa dibebaskan dalam keadaan selamat.

    DINDA LEO LISTY



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.