Mayat Dijerat Kawat di Bangkalan, Pembunuhnya Dua Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pembunuhan. Tempo/Indra Fauzi

    ilustrasi pembunuhan. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Bangkalan --  Kepala Kepolisian Sektor Burneh Ajun Komisaris Lukas Efendimengatakan terduga pelaku pembunuh Priyono, 53 tahun, yang jasadnya ditemukan dijerat kawat-- sudah ditangkap. "Dua orang kami tangkap berikut barang bukti mobil," kata Efendi, Minggu 17 April 2016.

    Menurut dia, dua tersangka ditangkap di sebuah bengkel mobil di Desa Ketengan, Kecamatan Burneh. Mereka diduga hendak bersembunyi di bengkel itu dengan berpura-pura memperbaiki mobil.

    Penangkapan ini, tutur Efendi, bermula setelah dirinya mendapat informasi dari perusahaan rental mobil di Surabaya tempat Priyono bekerja bahwa posisi mobil yang dikemudikan sesuai pantauan GPS berada di Desa Ketengan. Bermodal laporan itu, Efendi dan Kanit Reskrim Polsek Burneh Arisandi langsung menyisir Desa Ketengan menggunakan mobil.

    Selama penyisiran kedua bagi tugas, Efendi lihat bagian kanan jalan sedangkan Arisansi melihat bagian kiri jalan. Mobil yang dicari adalah Innova bernomor polisi L 1536 NE. Kata Efendi, baru setengah jam menyisir, mobil yang dicari terparkir di sebuah bengkel. "Kami langsung putar balik dan menangkap dua orang," ungkap dia. Saat ini, kedua tersangka tengah diperiksa di ruang penyidik Satreskrim Polres Bangkalan. "Motifnya perampokan," kata Efendi.

    Segerombolan anak muda yang hendak lari pagi menemukan mayat Priyono di pinggir jalan desa, tepatnya dekat lokasi tambang galian C. Polisi menduga mayat bertubuh gempal, kulit sawo matang dan berambut ikal gaya Mandarin itu tewas akibat dijerat lehernya menggunakan kawat baja. Tidak ditemukan luka lain di tubuh korban. Korban mengenakan kemeja batik warna merah, kaos oblong warga biru pudar dan celana jean biru langit. Dugaan pembunuhan tersebut lantaran kondisi fisik korban keluar darah segar dari mulut, gigi mengatup dan keluar keluar air mani dan kencing dari kemaluannya.

    Belakangan diketahui identitas jasad tersebut adalah Priyono, warga Kabupaten Magetan, yang berprofesi sebagai sopir mobil sewaan atau rental. Diduga Priyono korban perampokan karena pantauan di lokasi penemuan mayat tidak ditemukan benda apa pun milik korban termasuk mobil yang disopiri korban juga raib.



    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.