Istana Sebut Kisruh Indonesia-Cina di Laut Natuna Sudah Selesai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • IHS Janes yang tayang 5 April 2016 menulis bahwa Indonesia akan menempatkan sistem pertahanan udaranya Oerlikon Skyshield di Pulau Natuna Besar. Media militer terkenal itu menyebutkan bahwa Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU dengan empat unit Oerlikon Skyshield akan ditempatkan di pulau yang terletak di Laut Cina Selatan. IHS/Ridzwan Rahmat

    IHS Janes yang tayang 5 April 2016 menulis bahwa Indonesia akan menempatkan sistem pertahanan udaranya Oerlikon Skyshield di Pulau Natuna Besar. Media militer terkenal itu menyebutkan bahwa Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU dengan empat unit Oerlikon Skyshield akan ditempatkan di pulau yang terletak di Laut Cina Selatan. IHS/Ridzwan Rahmat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan ketegangan antara Indonesia dan Cina yang terjadi di wilayah Natuna beberapa waktu lalu sudah selesai. Menurut Pramono, ketegangan itu merupakan salah paham antara Indonesia dan Cina.

    "Hal itu dianggap selesai dan dianggap ada kesalahpahaman," kata Pramono di kantor Presiden, Rabu, 13 April 2016.

    Menurut dia, Indonesia dan Cina tetap saling menghormati, merujuk pada garis batas yang dimiliki masing-masing negara serta tradisi yang sudah terjalin antara kedua negara.

    Pramono mengatakan baik Indonesia maupun Cina selalu menginginkan agar penyelesaian masalah yang berkaitan dengan kawasan diselesaikan dengan jalan damai. Kedua negara, kata dia, menjunjung tinggi diplomasi dan tidak akan melibatkan pihak-pihak lain di luar kawasan.

    Pada pertengahan Maret lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan kapal patroli KKP sempat menangkap sebuah kapal yang diduga melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Natuna. Kapal itu dilepas kembali karena kemunculan kapal penjaga pantai Cina.

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kemudian meradang setelah upaya anak buahnya menangkap kapal pencuri ikan KM Kway Fey 10078 di perairan Indonesia digagalkan kapal coastguard Cina. Ia segera meminta Kementerian Luar Negeri mengajukan protes diplomatik. Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan Kapal Cina KM Kway Fey 10078 sudah jelas berada di teritori Indonesia.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.