Ridwan Kamil dan 45 Menit Merah Putih di Selandia Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, seusai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Balai Kota DKI Jakarta, 16 September 2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, seusai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Balai Kota DKI Jakarta, 16 September 2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menceritakan kegiatannya selama di Selandia Baru pada sepekan ke belakang. Kegiatan pertama yang dijalaninya adalah menerima penghargaan Prime Minister Fellow langsung dari Perdana Menteri John Key. Ridwan Kamil menuturkan, seremoni penerimaan penghargaan itu membuatnya terharu.

    "Yang bikin terharu, belum pernah lihat bendera Indonesia berkibar di gedung parlemen. Jadi pas saya datang walaupun hanya 45 menit ternyata parlemen mengibarkan bendera merah putih," kata Ridwan Kamil di Bandung, Senin, 11 April 2016. Selama 45 menit itu, kata Ridwan Kamil, adalah momentum penuh emosi. "Itu kebanggaan, itu emosi, terharu saya."

    Menurut Ridwan Kamil, ia sempat berdiskusi dengan tiga wali kota, yang menurut dia kotanya memiliki kemiripan dengan Bandung. Bahkan, kata Ridwan Kamil, Bandung akan menjalin kerja sama dengan kota-kota tersebut.

    "Mereka itu persis di Bandung sering kena gempa dan lebih parah. Jadi salah satu poin kerja sama, mereka akan kerja sama dengan Bandung untuk urusan antibencana," kata Ridwan Kamil sembari menegaskan bahwa metode mereka merespons bencana sungguh bisa dicontoh Bandung.

    Bandung, kata Ridwan Kamil, berniat mempromosikan pariwisata melalui film. Menurut dia, Selandia Baru sukses mempromosikan wisata alam mereka dengan film-film, seperti Lord of The Ring, Hobbit, dan King Kong.

    "Mereka sekarang ekonominya tumbuh didominasi oleh pariwisata. Mereka menggunakan film sebagai alat promosi, nah itu saya ingin belajar," ucapnya.

    Hal yang patut ditiru dari Selandia Baru, kata Ridwan Kamil, alat-alat sinematografi untuk pembuatan film layar lebar ternyata dimiliki pemerintah. "Jadi orang datang itu tinggal bawa duit dan bawa ide. Sehingga ini contoh yang paling progresif membuat kota ramah film dengan menyediakan fasilitasnya, saya kira ini cocok dengan Jawa Barat atau Bandung," jelasnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.