Soal Perpustakaan DPR, Ruhut: Kader Golkar Hobi Bikin Proyek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi politisi Partai Demokrat dan juga Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul setibanya di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan, Jakarta, Rabu (12/3). KPK kembali Ruhut sebagai saksi atas kasus gratifikasi proses perencanaan proyek Hambalang, Bogor, Jawa Barat dengan tersangka  Anas Urbaningrum. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ekspresi politisi Partai Demokrat dan juga Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul setibanya di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan, Jakarta, Rabu (12/3). KPK kembali Ruhut sebagai saksi atas kasus gratifikasi proses perencanaan proyek Hambalang, Bogor, Jawa Barat dengan tersangka Anas Urbaningrum. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengkritik rencana Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komaruddin membangun perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara. Menurut Ruhut, masih banyak prioritas dan kepentingan lain yang perlu dikerjakan oleh anggota dewan.

    "Ade Komaruddin dari Golkar, Setya Novanto dari Golkar, rupanya kader Golkar sama-sama saja, hobinya bikin proyek," ujar Ruhut saat dihubungi, Selasa, 29 Maret 2016.

    Ruhut mengatakan rencana pembangunan perpustakaan tersebut tak lebih dari pencitraan. "Sudahlah hentikan, ini pencitraan. Lebih baik membantu anak putus sekolah. Karena kalau dibangun sebesar lapangan sepakbola, tapi kalau enggak ada yang datang, percuma," ucapnya.

    Dia meminta rencana proyek tersebut ditunda. Anggota dewan, kata dia, sebaiknya berfokus memperbaiki kinerja terlebih dulu. "Kawan-kawan, saya mohon berhentilah mengkhayal, buktikan kinerja dulu. Nyatanya kehadiran rapat jam 9 aja, kuorum baru di atas jam 11."

    Penolakan proyek perpustakaan juga diungkapkan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid. Dia menilai, proyek tersebut belum tepat. "Ya, menurut saya, prioritasnya tidak di situ, kalau soal urgensinya tidak ada," katanya.

    Menurut Hidayat, DPR sebaiknya berfokus pada kinerja dan peningkatan kepercayaan publik. "Kalau nanti itu sudah tercapai, anggota DPR yang berkualitas, citra DPR yang bagus, dan legislasi yang produktif, baru hadirkan program lain itu," tuturnya.

    Ide pembangunan perpustakaan pertama kali dilontarkan Ketua DPR Ade Komaruddin pada Selasa pekan lalu. Pembangunan tersebut masuk anggaran proyek DPR di APBN 2016 senilai Rp 570 miliar dengan skema tahun jamak (multiyears).

    Perpustakaan itu nantinya dirancang bisa memuat 600 ribu buku dan akan dibangun satu gedung dengan gedung baru anggota DPR.



    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.