Pilkada DKI, Demokrat Belum Tentukan Calon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Pelaksana Kongres Partai Demokrat memberikan sambutan dalam pembukaan Kongres Demokrat di Surabaya, 12 Mei 2015.  TEMPO/Nurdiansah

    Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Pelaksana Kongres Partai Demokrat memberikan sambutan dalam pembukaan Kongres Demokrat di Surabaya, 12 Mei 2015. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Bogor - Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengatakan partainya membuka diri bagi kader yang ada di Jakarta atau daerah lain yang ingin mendaftar sebagai bakal calon dalam Pilkada DKI.

    "Banyak kader Partai Demokrat baik dari DKI Jakarta atau kader dari daerah yang potensial, " kata Ibas di hari kedua kegiatan Penataran Pimpinan dan Kader Utama Partai Demokrat di hotel Novotel, Bogor, Selasa 29 Maret 2016.

    Namun Ibas berharap nama calon muncul berdasarkan keinginan dari publik. "Tidak elok kalo kami sendiri yang memunculkan nama-nama kadernya, biar dari publik aja munculnya," kata dia.

    Menurut para calon juga harus tetap melalui mekanisme penjaringan. "Mekanisme penjaringannya dengan pola rekrutmen kader internal dan menerima tokoh yang potensial untuk mendaftarkan diri," kata Ibas.

    Demokrat rencananya akan membuka pendaftaran calon untuk diusung dalam Pilkada DKI sekitar April mendatang. "Namun karena Demokrat hanya memiliki 10 kursi di legislatif DKI, kami terus meningkatkan komunikasi dengan berbagai partai politik (parpol)," kata dia.

    Komunikasi politik yang dilakukan, kata Ibas, bisa saja dengan Partai Gerindra, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan partai politik lainnya. "Bahkan komunikasi kepada berbagai tokoh dilakukan baik Pak Ahok, Pak Yusril dan tokoh lain seperti Sandiago Uno, tapi kan itu masih sebatas melalui jalur masing-masing,"kata dia.

    M SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.