Tawuran Pemuda di Halmahera Utara, Pondok Pesantren Terbakar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. freedommag.org

    Ilustrasi. freedommag.org

    TEMPO.COTernate - Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara Brigadir Jenderal Zulkarnain mengatakan telah memerintahkan Kepala Kepolisian Resor Halmahera Utara mengusut kasus bentrokan antarkelompok pemuda di Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara, Senin malam hingga dinihari, 28 Maret 2016. “Saya minta diusut hingga tuntas,” ujarnya, Selasa, 29 Maret 2016.

    Zulkarnain menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, hingga saat ini sudah empat orang saksi yang dimintai keterangan.

    Menurut Zulkarnain, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat untuk menyelesaikan masalah dengan bijak. Dia berharap masyarakat tidak mudah terpancing isu yang berbau fitnah. “Jika ada masalah hukum, silakan laporkan, saya pastikan akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

    Bentrokan antarkelompok pemuda itu mengakibatkan seluruh bangunan Pondok Pesantren Al Khairaat terbakar. Proses belajar mengajar di pondok pesantren itu terpaksa diliburkan.

    Bentrokan bermula dari peristiwa tabrak palang jalan di depan gereja secara tidak sengaja oleh Pale, 30 tahun, pada Senin malam. Saat itu lampu sepeda motor yang dikendarai warga Gosoma, Tobelo, itu kurang terang.

    Sejumlah pemuda Desa Jalan Baru yang melihat peristiwa itu tidak terima dan langsung memukul Pale. Sepeda motornya ditahan. Merasa terjepit, Pale kemudian melarikan diri ke rumah keluarganya dan meminta tolong kakaknya untuk mengambil sepeda motornya.

    Selang beberapa jam, Pale bersama kakaknya, yang menggunakan becak motor, menuju lokasi dengan tujuan meminta maaf sekaligus mengambil sepeda motor. Namun nahas, keduanya justru ditahan yang disusul aksi saling pukul.

    Sekelompok pemuda lain yang terpancing emosi langsung membakar becak motor yang ditumpangi Pale dan kakaknya. Entah apa pemicunya, perkelahian itu kemudian berubah menjadi bentrokan antarpemuda di dua desa tersebut.

    Polisi yang diterjunkan ke lokasi kejadian tak bisa berbuat banyak lantaran banyak penduduk yang sudah mempersenjatai diri mereka. Bentrokan baru bisa diatasi pada pukul 21.00 WIT setelah polisi menambah jumlah pasukan. Pada pukul 04.00 WIT Pondok Pesantren Al Khairaat terbakar. Pondok pesantren itu berada tidak jauh dari lokasi bentrok.

    BUDHY NURGIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?