Kinerja BNPB Mendapat Apresiasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) yang diparkir di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, 29 September 2015. Satgas siaga darurat kebakaran hutan dan lahan Riau menyatakan aktivitas pemadaman kebakaran dari udara terkendala jarak pandang yang berkisar dari 200-400 meter akibat pekatnya kabut asap. ANTARA/Rony Muharrman

    Helikopter Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) yang diparkir di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, 29 September 2015. Satgas siaga darurat kebakaran hutan dan lahan Riau menyatakan aktivitas pemadaman kebakaran dari udara terkendala jarak pandang yang berkisar dari 200-400 meter akibat pekatnya kabut asap. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) siap 24 jam mengantisipasi bencana. “Konsepnya adalah konsep preventif, aktif, dan antisipatif,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 15 Maret 2016.

    Yuddy menilai BNPB berhasil dalam upaya mengantisipasi bencana. Keberhasilan itu bukan hanya karena profesionalisme, melainkan juga keterlibatan masyarakat dalam aspek perhatian saat terjadi bencana. Saat tidak terjadi bencana, BNPB tetap mengedukasi dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

    Selain itu, ujar Yuddy, koordinasi antara BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah baik. Kapan pun dan di mana pun terjadi bencana, dua lembaga itu hadir di tengah masyarakat. Konsep edukasi dari BNPB, tutur Yuddy, sudah sangat memadai. Namun ke depan perlu dikaji bagaimana mengintegrasikan potensi-potensi yang dimiliki BNPB dengan lembaga lain yang memiliki karakteristik sama, seperti Badan SAR Nasional.

    Yuddy berkunjung ke Graha BNPB, Jakarta, untuk bekerja sama dalam penguatan kapasitas aparatur sipil dan kelembagaan pemerintah terkait dengan penanggulangan bencana. Ia sempat mengunjungi Diorama Bencana dan Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana. Namun fasilitas pengetahuan dan edukasi bencana, kata dia, masih sangat minim, sehingga anak-anak yang berkunjung kesulitan membayangkan bagaimana bisa terjadi bencana di suatu daerah.

    Yuddy menambahkan, di Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana tersedia sistem informasi yang dapat memantau real time kondisi bencana. Ia mengaku antusias mendengarkan penjelasan dan mencoba multimedia bencana. Fasilitas edukasi bencana yang sudah dimiliki BNPB merupakan salah satu konsep kreativitas pelayanan publik untuk mengedukasi masyarakat, khususnya para pelajar. “Dan itu sangat penting, karena mereka dapat berpartisipasi dengan pemerintah dalam menangani bencana,” katanya.

    DANANG FIRMANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?