Pemerintah Buka Pendaftaran Sekolah Tinggi Ikatan Dinas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri meluapkan kegembiraan usai upacara wisuda IPDN di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (6/9). TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri meluapkan kegembiraan usai upacara wisuda IPDN di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (6/9). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COJakarta - Tahun ini pemerintah kembali membuka kesempatan bagi siswa-siswi lulusan sekolah menengah atas/sederajat mengikuti seleksi masuk sekolah tinggi ikatan dinas. Berbeda dengan tahun lalu, seleksi masuk akan dilakukan dengan sistem online yang terintegrasi.

    “Langkah itu merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk membersihkan praktek-praktek percaloan dalam menjaring calon pegawai negeri dari jalur pendidikan ikatan dinas,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi dalam keterangan tertulis, Selasa, 15 Maret 2016.

    Dalam keterangan yang sama, Sekretaris Kementerian Dwi Wahyu Atmaji menyebutkan tujuh lembaga pendidikan ikatan dinas (LPID) membuka kesempatan seleksi. Ketujuh sekolah tinggi tersebut akan menampung 5.490 calon siswa. Informasi lengkap perihal pendaftaran bisa diakses di situs web masing-masing kementerian atau lembaga pendidikan kedinasan pada 15 Maret-27 Mei 2016.

    Ketujuh sekolah tinggi tersebut adalah Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) dengan daya tampung 3.650 siswa; Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) 900 siswa; Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) 500 siswa; Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) 300 siswa; Akademi Imigrasi (AI) 260 siswa; Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) 250 siswa; serta 80 siswa untuk Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN).

    Wahyu menjelaskan, peserta seleksi hanya boleh mendaftar di salah satu sekolah tinggi. Jika mendaftar di dua atau lebih lembaga, peserta dinyatakan gugur. Peserta yang lulus seleksi berhak mengikuti pendidikan di sekolah yang dipilih.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.