Indonesia Raih Best Exhibitor di Berlin Travel Mart

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan hias Indonesia

    Kendaraan hias Indonesia "Wonderful Indonesia" meraih Piala Presiden dalam Parade Bunga Pasadena ke 124 yang berlangsung di Pasadena, California, (1/1). REUTERS/Jonathan Alcorn

    TEMPO.CO, Jakarta - Wonderful Indonesia meraih juara The Best Exhibitor dalam kategori Booth Asia Australia Oceania di ITB Berlin, bursa pariwisata terbesar di jagat, 9-13 Maret 2016. Dalam ajang ini, ada beberapa kategori penilaian.

    Indonesia dianggap memiliki booth yang mampu memberi kesan welcome kepada costumers dan kaya akan kreatifitas. Selain itu, bahan-bahan yang dipakai booth ramah lingkungan. Semua bisa didaur ulang sehingga tidak menambah beban lingkungan.

    "Ada banyak kriteria yang dinilai dengan standar yang serius dan detail di sini, karena itu kami cukup bangga atas award di exhibition terbesar ini. Karena sejatinya, kemenangan itu direncanakan," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima Tempo di jakarta, Minggu, 13 Maret 2016.

    Arif Yahya hadir di Berlin didampingi oleh Nia Niscaya, Asdep Pemasaran Wilayah Eropa Amerika, Timur Tengah dan Afrika, Kementerian Luar Negeri RI.

    Booth Wonderful Indonesia pada ajang travel mart yang terbesar, teramai, paling terpercaya, dan paling banyak diikuti oleh negara-negara di semua benua ini didesain dengan konsep Phinisi dengan moncong kapal tradisional khas Bugis, Makassar dan diisi oleh 101 jenis industri.

    Paviliun yang berada di hall 26 A, nomor 122-123, dan 26C no 203 di kawasan Asia-Australia-Oceania itu juga menampilkan siluet wajah, menyediakan cara mengajar membuat kerajinan dari janur kuning juga bagi pengunjung. Sementara itu, di sudut paviliun juga disediakan dua terapis dan juga ada dua kursi malas untuk spa.

    Di coffee corner, Indonesia punya dua macam barista. Satu yang khusus mengolah biji kopi yang diambil asli dari Gayo, Mandailing, Sidikalang, Jawa Temanggung, dan Toraja. Satu lagi peracik coctail yang dibawa khusus, mencampur jahe, kopi, dan aneka macam minuman tradisional dengan minuman bermerek Eropa, sehingga menjadi kombinasi rasa yang sangat khas.

    "Semua itu dipersiapkan dengan tidak tanggung-tanggung," ujar Arief lagi.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.