Tarian dan Gendang Indonesia Tak Menarik Lagi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dunia internasional menuntut produk-produk berkualitas terbaik, tapi Indonesia diharapkan tetap menjaga kultur dan budaya bangsa

    Dunia internasional menuntut produk-produk berkualitas terbaik, tapi Indonesia diharapkan tetap menjaga kultur dan budaya bangsa

    INFO MPR - Saat ini, dunia internasional menuntut produk-produk berkualitas terbaik. Di tengah masyarakat global, produk-produk lama dan tradisional kuno sudah sulit bersaing.

    "Tarian dari kampung saya sudah tidak menarik, gendang tradisional juga sudah tidak mau dinikmati," kata Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR di auditorium SMA Labschool, Jakarta, Selasa, 8 Maret 2016.

    Perubahan budaya di dunia ini diharapkan tidak mempengaruhi pelajar dan mahasiswa Indonesia. Oesman berharap generasi muda Indonesia tidak meninggalkan kultur dan budaya bangsa yang sudah ada dalam Pancasila. Empat Pilar MPR harus dihayati dan diimplementasikan.

    "Saya harap pelajar, khususnya siswa Labschool, tidak terpengaruh dengan budaya luar yang negatif. Akan tetapi, tetap menjaga nasionalisme, mencintai produk buatan bangsa sendiri," kata Oesman Sapta.

    Kendati dunia teknologi dan informasi berkembang pesat, efek perkembangan globalisasi harus disikapi dengan baik, termasuk di dalamnya budaya Barat yang bertentangan dengan kultur Indonesia. Kepada para murid, Oesman mengingatkan komunikasi dengan guru-guru di sekolah tetap harus diutamakan.

    "Banyak sekali informasi yang bisa kita temukan di Google. Salah satunya bagaimana membuat bom untuk menghancurkan. Tapi mana ada guru yang mengajarkan muridnya hal-hal yang buruk?" kata Oesman.

    Walaupun tetap mengedepankan tradisi bangsa, sekolah-sekolah harus tetap meningkatkan kualitasnya dan menciptakan kreativitas di dalam sekolah. Guru pun harus mendukung talenta yang dimiliki para murid. Kenakalan remaja dan anak sekolah wajib menjadi perhatian guru. "Guru-guru harus mendukung tanpa memberi banyak larangan," kata Oesman. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?