Ide Imam Potong Gaji demi Rio Haryanto, JK: Itu Berlebihan!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara silaturahmi dan makan siang bersama wartawan, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 22 Desember 2015. Dalam sambutannya Jusuf Kalla menyatakan wartawan ini mewakili 250 juta penduduk Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara silaturahmi dan makan siang bersama wartawan, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 22 Desember 2015. Dalam sambutannya Jusuf Kalla menyatakan wartawan ini mewakili 250 juta penduduk Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan ide Menteri Olahraga Imam Nahrawi untuk memotong gaji pegawai negeri sipil dan disumbangkan kepada pembalap Formula 1 Rio Haryanto sebagai hal yang berlebihan. Dia meminta Imam jangan mengorbankan anak buah.

    "Jangan mengorbankan anak buah, gaji yang kecil, tidak terlalu besar," kata JK, Rabu, 2 Maret 2016 di kantor Wapres, Jakarta. Jusuf Kalla mengatakan ide membantu olahragawan sebenarnya baik, namun jangan dengan cara memotong gaji PNS yang kecil. Mestinya dorongan sumbangan itu didapat melalui sumbangan pengusaha.

    "Ya mestinya para pengusaha. (Ide potong gaji) sebagai contoh baik, tapi jangan berlebihan. Kan banyak olahraga lain juga," kata dia.

    Sebelumnya, Imam Nahwari melontarkan ide memotong gaji PNS untuk membantu pembalap F1 Rio Haryanto. Itu termuat dalam wawancara Majalah Tempo edisi 29 Februari 2016. Potong gaji itu dilakukan semua kementerian satu bulan saja sebesar 50 persen. "Coba hitung: ada berapa ribu orang," kata Imam.

    Dengan cara itu, Menteri Imam yakin akan memudahkan olahragawan yang bercita-cita mengguncang dunia dengan Merah Putih. "Lalu kita mendukungnya dengan cara itu, kan cakep?" kata Imam.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.