Korban Novel Ajukan Praperadilan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban salah tangkap dan penganiayaaan, Irwansyah Siregar (kiri) dan Dedi Muryadi (kanan) berada diruang tunggu sebelum melakukan pengaduan di Gedung KPK, Jakarta, 12 Februari 2016. Kedatangan mereka guna melaporkan kepada pimpinan KPK terkai tatas dirinya yang menjadi korban salah tangkap dan penganiyaan yang dilakukan oleh penyidik KPK Novel Baswedan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Korban salah tangkap dan penganiayaaan, Irwansyah Siregar (kiri) dan Dedi Muryadi (kanan) berada diruang tunggu sebelum melakukan pengaduan di Gedung KPK, Jakarta, 12 Februari 2016. Kedatangan mereka guna melaporkan kepada pimpinan KPK terkai tatas dirinya yang menjadi korban salah tangkap dan penganiyaan yang dilakukan oleh penyidik KPK Novel Baswedan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Bengkulu – Penghentian perkara dugaan penganiayaan berat yang melibatkan penyidik KPK Novel Baswedan oleh Kejaksaan Agung berbuntut panjang. Korban Novel tidak terima keputusan tersebut pun, akhirnya mengajukan gugatan praperadilan atas diterbitkannya Surat Penghentian Penuntutat (SKPP) kepada Pengadilan Negeri Bengkulu pada hari ini, Selasa, 1 Maret 2016.

    “Hari ini gugatan praperadilan sudah resmi kami daftarkan atas nama Irwan Siregar, kami harapkan Pengadilan Negeri Bengkulu secepatnya mengagendakan jadwal persidangan” Kata kuasa hukum korban, Yuliswan.

    Yuliswan mengatakan poin-poin dalam gugatan praperadilannya tidak lari dari SKPP Kejaksaan Agung yang menyatakan kasus Novel tidak cukup alat bukti dan dianggap sudah kedaluarsa. "Mematahkan alasan dari Kejaksaan yang menyatakan tidak cukup alat bukti, di sana legal standing kasus Novel sudah kami lampirkan” Ungkap Yuliswan

    Untuk sidang praperadilan sendiri, pihak korban akan membawa saksi ahli dari kalangan akademisi yang berkompeten di bidang hukum. “Kami juga akan menyertakan saksi ahli dari perguruan tinggi," pungkasnya.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?