Kerugian Banjir dan Longsor Sumatera Barat Ratusan Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua rumah berada di ujung tanah yang longsor di Padang Pariaman, Sumatra Barat (3/10). Tanah di kawasan tersebut longsor akibat gempa berkekuatan 7,6 SR, dan menewaskan ratusan orang. Foto: AP/Dita Alangkara

    Dua rumah berada di ujung tanah yang longsor di Padang Pariaman, Sumatra Barat (3/10). Tanah di kawasan tersebut longsor akibat gempa berkekuatan 7,6 SR, dan menewaskan ratusan orang. Foto: AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Padang - Kerugian akibat banjir dan longsor yang melanda 11 kabupaten dan kota di Sumatera Barat awal Februari lalu, ditaksir mencapai Rp 228 miliar. 

    "Daerah yang terparah itu di Solok Selatan, dengan taksiran kerugian mencapai Rp 103 miliar," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Peananggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat, R Pagar Negara, Selasa 1 Maret 2016.

     

    Dari data BPBD Sumatera Barat, banjir dan longsor menyebabkan 67 rusak berat, 137 rusak sedang, 1,733 rusak ringan dan 20 rumah hanyut serta 2,847 rumah terendam. Bencana juga merusak fasilitas umum, seperti sarana pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, kantor, pasar dan kios.

     

    Akibat banjir dan longsor, 42 irigasi di tiga kabupaten mengalami kerusakan. Begitu juga dengan 45 jembatan di lima kabupaten. "Jembatan yang banyak rusak itu ada di Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman," ujarnya. 

     

    Bencana juga berdampak terhadap ribuah hektar lahan. Sekitar 4.888 hektar persawahan dan 599 hektar perkebunan mengalami kerusakan. 

     

    Pagar memaparkan, korban banjir dan longsor di 11 kabupaten dan kota di Sumatera Barat mencapai 21 ribu jiwa dengan 5.780 kepala keluarga. Sekitar 2.427 jiwa sempat terisolir.

     

    "Sekarang tidak ada lagi yang terisolasi. Namun masih seratusan warga yang mengungsi di Kabupaten Pasaman," ujarnya.

     

    Penyebabnya, hingga saat ini rumah mereka yang terletak di Jorong Lambak Nagari Panti Timur Kecamatan Panti masih dipenuhi pasir yang dibawa arus banjir. “Sehingga mereka tidak bisa menempati rumahnya,” kata Pagar.

     

    Camat Panti Kabupaten Pasaman, Jon Wilmar, mengatakan terdapat beberapa lokasi pengungsian warga, yaitu di gedung sekolah dasar dan Balai Benih Ikan (BBI). Namun semua pengungsi akan dipindahkan ke BBI. “Di sana ruangannya banyak," ujar Jon. Menurut dia, banyak warga mengungsi ke rumah kerabat. Bahkan ada yang menyewa rumah di sekitar permukiman mereka yang lebih aman.

     

    Kepala BPBD Solok Selatan Editorial mengatakan tanggap darurat sudah berakhir sejak 23 Februari 2016. Mereka saat ini fokus rahabilitas dan rekonstruksi. "Banyak jembatan dan fasilitas umum yang rusak. Ini yang kami fokuskan dalam rehab dan rekon," ujarnya Selasa 1 Maret 2016.

     

    ANDRI EL FARUQI

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...