Baku Tembak di Poso, Dua Anggota Kelompok Santoso Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personil Brimob berpatroli rutin di Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso Pesisir, Poso, Sulteng, 14 Maret 2015. Kapolda Sulteng, Brigjen Idham Azis, mengatakan sepanjang Januari-Maret 2015, sebanyak 12 warga Poso ditangkap terkait kelompok jaringan teroris pimpinan Santoso. ANTARA/Zainuddin MN

    Sejumlah personil Brimob berpatroli rutin di Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso Pesisir, Poso, Sulteng, 14 Maret 2015. Kapolda Sulteng, Brigjen Idham Azis, mengatakan sepanjang Januari-Maret 2015, sebanyak 12 warga Poso ditangkap terkait kelompok jaringan teroris pimpinan Santoso. ANTARA/Zainuddin MN

    TEMPO.CO, Poso - Baku tembak antara aparat keamanan gabungan dan kelompok militan bersenjata yang diduga dari kelompok Santoso,  pecah di Desa Sanginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Selasa, 9 Februari 2016. Baku tembak tersebut menewaskan dua anggota kelompok militan bersenjata dan seorang anggota Brigade Mobil, yang tewas setelah dibawa ke Rumah Sakit Umum Poso.

    "Benar, kejadiannya tadi sekitar pukul 10.45 Wita di Jalan Trans Poso-Napu, Desa Sanginora," kata Camat Poso Pesisir Selatan Arlius Dewa kepada Tempo saat ditemui di Desa Tangkura, Selasa, 9 Februari 2016.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh Arlius, sekitar pukul 10.45 Wita, baku tembak terjadi ketika aparat keamanan gabungan sedang melakukan razia di wilayah itu. Polisi yang bertugas mencurigai satu unit mobil dari arah Napu menuju Kota Poso yang membawa beras. Karena itu, mobil tersebut dihentikan aparat keamanan. Namun tiba-tiba dua orang dari dalam mobil tersebut menembak aparat keamanan yang hendak memeriksa.

    Dua penumpang mobil itu berusaha keluar sehingga terjadi baku tembak dengan aparat keamanan. Keduanya akhirnya tewas di tempat.

    Dari pantauan Tempo di tempat kejadian perkara, dua jenazah bersama barang bukti, senjata, bom, mobil, dan beras telah dibawa polisi.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Agus Rianto membenarkan kejadian tersebut. Polisi menduga pelaku merupakan kelompok Santoso lantaran wilayah itu dikenal sebagai basis Santoso.

    Hingga saat ini, Polri masih melakukan pengembangan ataupun pendalaman terhadap dua korban tewas dari kelompok Santoso itu. Berdasarkan informasi yang diterima Polri, jumlah kelompok Santoso di mobil tersebut dua orang, tapi ada juga yang menyebut lima orang. "Kita masih dalami terus," ujarnya.

    AMAR BURASE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.