Hujan Deras dan Gelombang Tinggi di Bangka, 8 Nelayan Hilang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gelombang tinggi. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Ilustrasi gelombang tinggi. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Pangkalpinang - Delapan nelayan Desa Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dikabarkan hilang saat sedang mencari ikan di sekitar perairan Bangka Tengah. Hingga saat ini, belum diketahui identitas dan nasib mereka.

    Badan Search and Rescue (SAR) Bangka Belitung menerima laporan itu sekitar pukul 09.30 tadi, Senin, 8 Februari 2016. Nelayan-nelayan itu sebelumnya diketahui sedang berada di bagan untuk berteduh dari hujan deras dan menghindari gelombang tinggi.

    Saat tim pencari datang ke lokasi untuk penyelamatan, “Bagan sudah hancur dan nelayan-nelayan itu sudah tidak ada," kata anggota staf Bagian Hubungan Masyarakat Badan SAR Bangka Belitung, Indra, kepada Tempo.

    Indra berujar, tim SAR berfokus mencari delapan nelayan itu dengan mengerahkan armada rescue boat dan lima personel. Kapal rescue telah berangkat dari Pelabuhan Pangkalbalam dan sedang dalam perjalanan menuju lokasi terakhir nelayan itu hilang. “Kami dibantu sepuluh nelayan yang berangkat dari Kurau."

    Sebagian tim SAR, ucap Indra, bergerak ke lokasi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Bangka untuk melakukan penyelamatan. "Kami masih terus siaga,” tuturnya.

    Menurut dia, saat ini kendala utama tim SAR menuju ke lokasi banjir adalah akses jalan yang terputus. Hal ini membuat waktu ke lokasi banjir lebih panjang. “Tim evakuasi harus memutar arah."

    SERVIO MARANDA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.