Pasien Demam Berdarah di Makassar Bertambah Selama Januari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah  pasien demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di RSUD Daya Makassar, 8 Januari 2016. TEMPO/Iqbal Lubis

    Sejumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di RSUD Daya Makassar, 8 Januari 2016. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Makassar - Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar, menerima 47 pasien penderita demam berdarah dengue selama Januari 2016. Direktur Utama RS Wahidin Khalid Saleh menyatakan pihaknya masih dalam keadaan siap untuk menangani pasien, termasuk jika dalam waktu dekat jumlahnya bertambah.

    "Baik anggaran maupun obat-obatan kita masih punya. Belum butuh tambahan atau bantuan," kata Khalid Saleh di Makassar, Kamis, 4 Februari 2016. RS Wahidin juga disebut terus bersiaga dengan menempatkan sejumlah dokter di unit gawat darurat agar pasien DBD yang datang dapat ditangani dengan cepat. "Ini sebagai respons atas meningkatnya jumlah pasien di beberapa daerah," ujarnya.

    Dari pantauan Tempo, sejumlah pasien DBD dirawat inap di beberapa ruangan di RS Wahidin. Khalid mengatakan lima orang pada Januari lalu mendapatkan rawat jalan. Dua lainnya dirawat di UGD, tapi kondisinya sudah membaik.

    Khalid mengungkapkan, sejauh ini jumlah pasien DBD yang masuk ke RS Wahidin bersifat fluktuatif. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, kemungkinan ada tren peningkatan. Sebab pada triwulan pertama 2015, tercatat hanya ada 13 pasien. Sedangkan pada tahun triwulan pertama tahun ini diperkirakan jumlah 47 masih bisa bertambah.

    Khalid menyatakan faktor cuaca bukan menjadi faktor penyebab meningkatnya jumlah pasien DBD. Sebab sepanjang tahun, jumlah pasien naik-turun. Dia mencontohkan, pada triwulan kedua dan ketiga di 2015, di mana pasien berkisar 30 orang. Jumlahnya menurun di triwulan terakhir menjadi 17 orang.

    Tidak disebutkan berapa banyak jumlah maupun jenis obat yang diperlukan RS Wahidin untuk mempersiapkan penanganan pasien DBD. Menurut Khalid, hal itu tergantung dengan kondisi pasien yang masuk. Termasuk kemungkinan rawat inap atau rawat jalan. Namun menurut dia, cairan infus merupakan obat yang paling dibutuhkan dalam kondisi seperti saat ini. "Karena pasien DBD rata-rata kekurangan cairan dan butuh suplai yang teratur saat dirawat," ujarnya.

    AAN PRANATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.