Gubernur dan Wakil Gubernur Tak Akur, Begini Posisi Paloh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh memberikan pidato politiknya dalam acara Silaturahmi Nasional Partai Nasdem di Nusa Dua, Bali, 16 Januari 2016. Dari 264 daerah peserta pilkada serentak 2015, Partai Nasdem mengusung calon kepala daerah di 248 daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 132 calon terpilih menjadi kepala daerah. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh memberikan pidato politiknya dalam acara Silaturahmi Nasional Partai Nasdem di Nusa Dua, Bali, 16 Januari 2016. Dari 264 daerah peserta pilkada serentak 2015, Partai Nasdem mengusung calon kepala daerah di 248 daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 132 calon terpilih menjadi kepala daerah. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Teuku Erry mencurahkan masalahnya ketika posisinya sebagai wakil gubernur. Selama dua tahun dirinya nyaris tak bertegur sapa dengan Gubernur Gator Pujo Nugroho, banyak persoalan yang terpendam. Gatot kini menjadi tersangka sejumlah kasus, di antaranya suap dan dana bansos.

    Bertempat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 3 Februari 2016, Teuku mengungkapkan turut campurnya Ketua Partai Nasdem Surya Paloh dalam menengahi konflik dirinya dengan Gatot.  "Sekitar Mei 2015, Surya Paloh mengundang saya dan gubernur untuk bertemu," katanya.

    Dalam pertemuan yang terjadi pada 19 Mei 2015 tersebut, hadir pula pengacara O.C. Kaligis. Tujuan pertemuan itu untuk memperbaiki hubungan dirinya dengan Gatot.
    Sebab, kata Teuku, selama dua tahun masa jabatannya jarang berkomunikasi dengan Gatot. "Saya minta bertemu, gubernur selalu mengatakan tidak ada di tempat," katanya. Selama itu pula, kata Teuku, Gatot tidak pernah memberikan tugas langsung kepadanya.

    Pertemuan tersebut, menurut Teuku, diinisiasi Gatot. "Mungkin Gatot yang telepon ke Surya Paloh," katan Teuku sembari mengaku tak pernah menceritakan masalahnya kepada Surya Paloh.

    Dalam pertemuan itu, Surya Paloh meminta keduanya berbicara mengenai masalah mereka. Gatot, katanya, berbicara terlebih dahulu dengan menyampaikan bahwa ada informasi yang menyatakan Teuku Erry mengadukan Gatot ke KPK, Kejaksaan, serta Kepolisian.

    Gatot juga keberatan saat Teuku menghadiri acara yang tak pernah diperintahkan Gatot. Teuku juga dituding menyuruh orang untuk mendemo Gubernur Gatot ketika itu. Semua itu dibantah Teuku. Menurut Teuku, pengaduan terhadap Gatot muncul dari pegawainya dan anggota DPRD Sumatera Utara.

    Setelah berkeluh kesah, kata Teuku, Surya Paloh memberikan wejangan. "You sebagai gubernur itu ibarat pilot. You sebagai wakil itu co-pilot. Kalau bertengkar, pesawat jatuh dan penumpang mati semua," kata Teuku menirukan nasihat Surya Paloh saat itu.

    Surya kemudian meminta Gatot dan Teuku tugasnya sebagai gubernur dan wakil gubernur dengan baik serta kompak. Surya meminta Gatot dan Teuku mengatur sendiri pembagian tugas dan kewenangan mereka. "Setelah itu ada perubahan dari Gubernur," kata Teuku.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.