Ribuan Hektare Sawah di Riau Rusak Akibat Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kali irigasi dan persawahan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Ilustrasi kali irigasi dan persawahan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COPekanbaru - Banjir yang melanda beberapa daerah di Riau turut merendam 3.006,25 hektare sawah di sejumlah daerah. Akibatnya, 1.148,25 hektare gagal panen. "Ada tiga daerah yang mengalami kerusakan sawah akibat banjir," kata Kepala Dinas Pertanian Riau Patrianov kepada Tempo, Senin, 1 Februari 2016.

    Patrianov menjelaskan, Kabupaten Kuantan Singingi mengalami kerugian paling besar karena setidaknya ada 2.693,25 hektare sawah terendam banjir dan seluas 1.126,25 hektare padi mengalami kerusakan (puso). Disusul Kampar seluas 298,5 hektare sawah terendam dengan kerusakan padi seluas 95 hektare, kemudian Rokan Hulu 25 hektare terendam banjir dengan kerusakan padi seluas 17 hektare. 

    Baca juga: Begini Kata Ahok tentang Antisipasi Banjir di Jakarta 

    Patrianov mengakui bencana banjir yang merendam petakan sawah di Riau dikhawatirkan menurunkan produksi beras di Riau. Agar target produksi tetap terpenuhi, kata dia, pemerintah daerah bakal menyalurkan 25 kilogram bibit padi untuk satu hektare sawah yang terendam banjir tersebut. "Ada program bibit nasional yang telah dianggarkan Kementerian Pertanian melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara," ujarnya.

    Meski demikian, menurut Patrianov, Riau masih optimistis dapat memenuhi target produksi beras tahun 2016 sebanyak 406.996 ton. Pasalnya, merujuk pengalaman-pengalaman sebelumnya, Riau juga sempat mengalami puso saat dilanda kemarau dan kabut asap pada 2015. 

    Namun, pada saat itu, target produksi tetap terpenuhi bahkan meningkat 2,5 persen dari tahun 2014 sebanyak 393.917 ton di tahun 2015. "Petani masih memiliki kesempatan melakukan penanaman kembali pada periode Maret nanti," ujar Patrianov.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.