Masinton Bantah Memukul Staf Ahlinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II Masinton Pasaribu menyampaikan pertanyaan dalam Rapat Kerja Pansus Pelindo II dengan Jaksa Agung HM Prasetyo di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 29 Oktober 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II Masinton Pasaribu menyampaikan pertanyaan dalam Rapat Kerja Pansus Pelindo II dengan Jaksa Agung HM Prasetyo di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 29 Oktober 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus PDIP Masinton Pasaribu membantah dirinya menganiaya staf ahlinya, Dita Aditya yang juga anggota DPW Partai Nasional Demokrat DKI Jakarta. Menurut Masinton hal tersebut dipolitisir dan bagian dari pembunuhan karakter dirinya.

    Masinton menuturkan mulanya ia hendak pulang ke rumah dinas di Kalibata setelah menghadiri suatu kegiatan. Di tengah jalan, tenaga ahlinya yang bernama Abraham mendapat telepon dan meminta izin untuk turun, karena ingin menjemput Dita. “Dita mabuk, minta tolong saya yang jemput untuk bawa mobil sekaligus anter pulang,” kata Masinton menirukan ucapan Abraham saat dihubungi Tempo, Sabtu, 30 Januari 2016

    Ia pun berinisiatif untuk mengantar stafnya tersebut hingga ke salah satu bar di kawasan Cikini tempat Dita berada. Sesampainya di sana, Dita yang dalam kondisi mabuk diantar pulang dengan menggunakan mobil Masinton. Sementara mobil Dita dibawa oleh supir pribadi Masinton. “Dia duduk di depan, kemudian tenaga ahli aku (Abraham) yang bawa mobil. Aku duduk di belakang.” ujarnya

    Masinton menuturkan mereka jalan ke arah Cawang untuk mengantar Dita pulang, tapi sesampainya di daerah Otista Dita yang dalam kondisi mabuk tiba-tiba menarik stir mobil. Mobil yang oleng membuat reflex tenaga ahli Masinton untuk menepis tangan Dita. “Refleks supir (Abraham) ngerem mendadak, terus menepis tangannya tapi terkena wajah,” tuturnya.

    Pasca insiden tersebut, Masinton mengaku melihat ada memar di  bagian mata Dita, ia mengaku sudah mengajak Dita untuk berobat namun ditolaknya lantaran merasa tidak ada masalah.

    Masinton pun mempertanyakan laporan yang baru dibuat hari ini, menurutnya hal itu menunjukkan ada upaya pembunuhan karakter dirinya yang sedang berseteru dengan partai Nasional Demokrat. Peristiwa itu sendiri terjadi pada 21 Januari lalu. “Ini politisasi berkaitan character assassination,” kata dia.

    Sebelumnya ketika rapat kerja dengan Jaksa Agung HM Prasetyo pada 20 Januari 2016, Masinton menyebut dalam kasus Freeport dan Mobile 8 ada pertarungan antargeng yakni pertarungan Surya Paloh dan Hari Tanoe. Akibat sikapnya tersebut partai Nasdem melayangkan protes pada Masinton dengan surat teguran yang dikirimkan melalui Fraksi Partai PDI Perjuangan.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.