Menteri Anies Dorong Keterlibatan Publik di Pendidikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan berfoto bersama puluhan murid PAUD saat menghadiri Festival Pendidikan Maluku 2016, di Taman Budaya, Ambon, 29 Januari 2016. TEMPO/Ranald Indra

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan berfoto bersama puluhan murid PAUD saat menghadiri Festival Pendidikan Maluku 2016, di Taman Budaya, Ambon, 29 Januari 2016. TEMPO/Ranald Indra

    TEMPO.CO, Ambon- Menteri Pendidikan dan Kebudaaan Anies Baswedan mendorong keterlibatan publik yang lebih luas dalam dunia pendidikan di Indonesia. Ia mengatakan inisiatif dari masyarakat sipil dan dukungan dari pemerintah akan menjadi suatu sinergi yang sungguh baik.

    “Agar inisiatif dari masyarakat sipil bisa dimanfaatkan oleh negara, dan pemerintah bisa mendukung kegiatan civil society,” kata Anies saat ditemui pada pembukaan Festival Pendidikan Maluku 2016, di Taman Budaya, Ambon, Jumat, 29 Januari 2016

    Ia juga mengatakan bahwa Festival Pendidikan Maluku merupakan contoh baik untuk membangun sebuah ekosistem dalam dunia pendidikan di daerah-daerah lain. “Karena festival selalu menjadi tempat penggiat pendidikan berkumpul dan berinteraksi,”

    Anies menjelaskan bahwa ekosistem pendidikan adalah sebuah lingkungan tempat para pelaku pendidikan berinteraksi satu sama lain, baik dari guru, sekolah, murid, orang tua serta pemerintah. Bagi Anies, dengan adanya festival pendidikan seperti yang diadakan di Maluku ini, maka nantinya orang tua akan meminta kepada guru-guru untuk meningkatkan kualitasnya.

    “Jadi bukan lagi dinas pendidikan yang minta sekolah meningkatkan kualitas, melainkan murid dan orang tua, ketika itu terjadi maka kualitas akan meningkat,” ujarnya. Ia menjelaskan jika hal itu terjadi maka guru-guru akan tertekan dan dengan sendirinya meningkatkan kualitasnya.

    Karena itu Anies sangat mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah provinsi Maluku dengan para penggiat pendidikan dalam menyelenggarakan Festival Pendidikan Maluku yang pertama ini. Salah satu penggiat pendidikan itu adalah Stanley Ferdinandus dari Yayasan Heka Leka.

    Stanley menuturkan bahwa komunikasi dengan pemerintah provinsi Maluku untuk menyelenggarakan kegiatan ini sudah dimulai sejak 4 tahun lalu, namun karena beberapa hal, akhirnya baru bisa terlaksana pada tahun ini. “Kalau bangun visi Maluku cerdas harus bersama-sama, kalau sendiri-sendiri enggak maju-maju,” ucapnya.

    Anies Baswedan yang juga pernah bergerak di dunia pendidikan dengan gerakan Indonesia Mengajar, bercerita bahwa peran pemerintah itu sangat besar terasa bagi gerakan-gerakan masyarakat sipil di dunia pendidikan. “Ototnya pemerintah itu besar sekali, ototnya itu kelihatan di budget, di birokrasi. Menurut saya itu baik.”

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.