JK Akui Ada Menteri Beda Pendapat Soal Program Pemerintah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media seusai melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah petinggi grup Bank Dunia, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 12 November 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media seusai melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah petinggi grup Bank Dunia, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 12 November 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui adanya perbedaan pendapat di antara menteri-menteri Kabinet Kerja. Tapi, kata dia, perbedaan tersebut hanya dari sudut pandang teknis. "Misalnya dalam hal pangan, tentu terjadi pandangan dari sisi pertanian dan perdagangan," kata dia di kantornya, Jumat, 29 Januari 2016.

    Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong berbeda pandangan mengenai impor pangan. Menurut JK, masalah ini sudah selesai secara internal setelah Presiden Joko Widodo mengundang keduanya ke Istana.

    "Programnya harus saling mengisi antara pertanian dan perdagangan. Kemarin sudah dijelaskan Presiden harus begini," tuturnya.

    Perbedaan pendapat juga terjadi antara Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan ihwal perizinan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. "Kalau soal kereta cepat, sebenarnya itu sama saja menjalankan tugas masing-masing, yang dibutuhkan koordinasi lebih baik," ucapnya.

    Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan pemerintah melakukan percepatan kerja untuk merealisasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Namun Kementerian Perhubungan hanya menjaga agar tak keluar dari koridor. 

    "Para menteri itu berusaha menjaga betul aturan tersebut berjalan, sehingga tampaknya terjadi perbedaan. Tapi, pada dasarnya, perbedaan itu karena tugas masing-masing memang berbeda," tuturnya. JK menjamin semua perbedaan itu sudah selesai saat rapat terbatas beberapa hari lalu.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.