Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Indramayu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Densus 88 Antiteror Polda Jabar melakukan penggerebekan terduga ISIS di Desa Orimalang, Kecamatan Jamblang, Cirebon, Jawa Barat, 15 Januari 2016. Aparat mengangkap tiga orang terduga teroris dan sejumlah barang bukti diantaranya bendera ISIS, buku jihad serta sejumlah dokumen lain. ANTARA FOTO

    Anggota Densus 88 Antiteror Polda Jabar melakukan penggerebekan terduga ISIS di Desa Orimalang, Kecamatan Jamblang, Cirebon, Jawa Barat, 15 Januari 2016. Aparat mengangkap tiga orang terduga teroris dan sejumlah barang bukti diantaranya bendera ISIS, buku jihad serta sejumlah dokumen lain. ANTARA FOTO

    TEMPO.COIndramayu – Detasemen Khusus 88 Antiteror menggeledah dua rumah dan sebuah gudang di Indramayu, Jawa Barat, yang diduga terlibat dalam jaringan teroris pelaku pengeboman di Jalan Thamrin, Jakarta. Sejumlah dokumen pun disita.

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, penggeledahan pertama dilakukan di rumah tersangka teroris Ali Hamka di Desa Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Selasa, 26 Januari 2015. Keluarga Ali, termasuk istri dan anaknya, lebih dulu diungsikan sebelum penggeledahan dilakukan.

    Setelah itu, penggeledahan selanjutnya dilakukan di gudang material milik Ali di Desa Cipancuh, Kecamatan Haurgeulis. Dari gudang yang berada di tengah sawah dan jauh dari permukiman penduduk tersebut diamankan sejumlah barang bukti, seperti buku, kepingan CD, dan spanduk terkait dengan paham radikal.

    Penggeledahan kemudian dilanjutkan ke rumah mertua terduga anggota jaringan terorisme Wildan Fauzi di Jalan Kapten Arya RT 11 RW 04 Gang 35, Kelurahan Karangmalang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Seusai penggeledahan, yang berlangsung selama sekitar 2 jam, juga diamankan sejumlah barang bukti, di antaranya flash disk serta buku-buku yang terkait dengan radikalisme.

    Lurah Karangmalang Chrisroni Eka mengungkapkan dirinya hanya diminta memantau. “Kami hanya bertugas memantau,” katanya. Sedangkan seorang tetangga, Hasyim, mengaku sama sekali tidak menyangka Wildan bisa terlibat dalam jaringan teroris.

    “Dia orangnya biasa saja, baik,” ujar Hasyim. Hanya, Wildan, yang baru tinggal setahun di Indramayu, menurut Hasyim, memang cenderung tertutup. “Sehari-hari ia bekerja sebagai kasir di sebuah toko material.”

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.