Kenapa Gafatar Memilih Kalimantan, Ini Pengakuan Ketua Umum  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahful M. Tumanurung, Ketua Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara). Gafatar.or.id

    Mahful M. Tumanurung, Ketua Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara). Gafatar.or.id

    TEMPO.COJakarta - Mantan Ketua Umum Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Mahful M. Tumanurung mengatakan organisasi masyarakat Gafatar memilih Pulau Kalimantan karena daerah itu subur. 

    "Karena subur, luas, strategis, dan harga lahannya terjangkau kocek," kata Mahful saat ditemui di kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Selasa, 26 Januari 2016.

    Ia melanjutkan, karena alasan itulah Kalimantan dijadikan pilot project dari program pertanian eks Gafatar. Meski organisasi telah bubar pada 13 Agustus 2015, program pertanian eks Gafatar ini disepakati untuk dilakukan. "Berjuang membangun bangsa ini lewat kedaulatan pangan," ujarnya. (Baca: Psikolog: Anak Eks Gafatar Perlu Sekolah dan Arena Bermain)

    Program ini, menurut dia, bertujuan membantu pemerintah dalam ketahanan pangan. Mahful mengaku yakin Indonesia akan terancam krisis pangan pada masa mendatang. Menurut dia, tanda-tanda krisis pangan sudah terlihat jelas.

    Mahful mengatakan ormas itu tak pernah memaksa orang untuk mengikuti program tersebut. Semua dikoordinasi oleh pihak eks pengurus daerah Gafatar. "Mereka koordinasi sendiri, dengan dana mandiri, dan usaha mandiri," tuturnya. Mahful menjelaskan bahwa mereka juga tak pernah menerima dana sepeser pun dari pemerintah dalam menjalankan program ini. (Baca: Eks Gafatar Minta Kasus Pembakaran Permukiman Diusut)

    Dana yang mereka miliki berasal dari dana kolektif yang diberi nama Koin Nusantara, yang dikumpulkan selama satu bulan oleh para anggotanya. "Kami ingin mandiri. Toh, itu bukan pelanggaran hukum," Mahful menuturkan.

    Organisasi Gerakan Fajar Nusantara secara resmi berdiri pada 14 Agustus 2011, dengan Ketua Umum Mahful M. Tumanurung yang menjabat untuk periode 2011-2015. Pada 2015, organisasi ini membubarkan diri pada 13 Agustus 2015 dalam kongres luar biasa.

    Dalam kongres tersebut, mereka menyepakati bahwa organisasi dibubarkan karena berbagai alasan. Kemudian poin lain adalah mereka menyepakati suatu program pertanian. Kesepakatan mengenai program itu bersifat tidak mengikat karena organisasinya sendiri sudah bubar. (Baca: Curhat Eks Gafatar Soal Permukiman Dibakar di Kalimantan)

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.