Kapolri Beri Santunan kepada Keluarga Korban Teror Thamrin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti (kanan) didampingi Wakapolri Komjen Pol. Budi Gunawan (kiri)  berbincang dengan keluarga korban bom Sarinah di Jakarta, 22 Januari 2016. Mabes Polri memberikan santunan kepada keluarga korban bom Sarinah yang meninggal. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti (kanan) didampingi Wakapolri Komjen Pol. Budi Gunawan (kiri) berbincang dengan keluarga korban bom Sarinah di Jakarta, 22 Januari 2016. Mabes Polri memberikan santunan kepada keluarga korban bom Sarinah yang meninggal. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti memberikan santunan kepada tiga korban tewas aksi teror di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta. Dari empat korban tewas, hanya tiga keluarga korban yang datang memenuhi undangan Kapolri tersebut.

    "Kami sangat menyesalkan ada kejadian seperti ini," kata Badrodin saat memberikan sambutan yang digelar di ruang perjamuan Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 21 Januari 2016.

    Tiga keluarga yang datang ke pemberian santunan itu adalah keluarga dari Sugito, Riko Hermawan, dan Raiskarna. Sedangkan keluarga dari Taher Amer Quali, warga negara Kanada, tidak hadir di perjamuan itu.

    Badrodin mengatakan kejadian yang menimpa para korban itu tidak seharusnya terjadi. Apalagi, menurut dia, sasaran utama para teroris dalam serangan kemarin adalah para polisi, warga, dan tempat asing. "Jelas, almarhum ini adalah salah sasaran," ujar Badrodin.

    Badrodin memberikan santunan dalam bentuk bingkisan kepada perwakilan tiap keluarga. Eny Sulastri mewakili keluarga Sugito, sedangkan Leili Herlina mewakili keluarga Raiskarna. Sedangkan korban Riko Hermawan, diwakili ayahnya, Joko Mulyanto.

    "Kami selaku pimpinan Polri, akan memberi santunan para korban, dengan harapan, bukan berarti, ini sebagai satu imbal balik, ini sebagai rasa prihatin kami pada almarhum dan keluarganya. Semoga bisa mengurangi beban keluarga yang ditinggalkan," kata Badrodin.

    Lutfi Lesmana, keponakan korban Sugito, mengapresiasi tindakan yang diambil Polri. Sebelumnya, Sugito sempat diberitakan sebagai salah satu dari pelaku teror, bukan korban.

    "Ia (Sugito) kebetulan saja ada di waktu dan tempat yang salah saja. Sempat ada opini negatif tentang almarhum. Tapi polisi sudah bisa meluruskan," katanya.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.