Pascateror Bom Thamrin, Napi Teroris di LP Madiun Diawasi Ketat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sipir dan petugas Kejaksaan Negeri Madiun sedang berjaga di pintu masuk penjara tempat Raheem Agbaje Salami, terpidana mati kasus narkotika, di LP Kelas 1 Madiun, 4 Maret 2015. Ia memiliki nama asli Jamiu Owolabi Abashin, kelahiran Lagos, Nigeria, 26 April 1974. Raheem Agbaje Salami merupakan nama dalam paspornya. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Sipir dan petugas Kejaksaan Negeri Madiun sedang berjaga di pintu masuk penjara tempat Raheem Agbaje Salami, terpidana mati kasus narkotika, di LP Kelas 1 Madiun, 4 Maret 2015. Ia memiliki nama asli Jamiu Owolabi Abashin, kelahiran Lagos, Nigeria, 26 April 1974. Raheem Agbaje Salami merupakan nama dalam paspornya. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Madiun - Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I Madiun, Jawa Timur, meningkatkan pengawasan kepada lima narapidana kasus terorisme yang berada di tempat tersebut. "Untuk pengamanan kami terapkan sistem buka-tutup," kata Kepala Satuan Pengamanan LP Madiun Tjahja Rediantana, Rabu, 20 Januari 2016.

    Pengamanan sistem buka-tutup tersebut, menurut Tjahja, diberlakukan pascateror bom di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Kamis lalu. Sipir yang berseragam maupun tidak melakukan pemantauan terhadap para narapidana terorisme saat berada di dalam maupun luar ruangan setiap saat. "Pemantauan bagi mereka menjadi fokus kami," ucap Tjahja.

    Pemantauan intensif itu, kata dia, bertujuan menghindari penyebaran paham radikal oleh narapidana teroris terhadap 1.038 warga binaan lain di LP setempat. Upaya lain mengantisipasi kerawanan tersebut dengan memisahkan ruangan yang ditempati lima narapidana teroris dengan warga binaan lain.

    Tjahja menyatakan, kelima narapidana teroris, yaitu Muhammad Agung, Abdullah Ummamity, William Maksum, Andi Al Kautsar, dan Ibnu Kholdun, ditempatkan di Blok D yang berada di deretan paling belakang LP. Blok dengan sepuluh ruangan tersebut memang dikhususkan bagi narapidana teroris.

    "Sesuai protap (prosedur tetap) ruangan bagi narapidana menyesuaikan kasus pidananya, yaitu kriminal, narkotika, korupsi, dan terorisme," ujar Tjahja.

    Langkah-langkah yang dijalankan LP itu demi pencegahan terorisme di dalam penjara. Untuk penanggulangan di luar, Tjahja menyatakan lembaganya melibatkan beberapa pihak terkait, salah satunya kepolisian yang memberi penekanan terhadap permasalahan tersebut.

    Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Anton Setiadji mengatakan pihaknya ikut memantau pergerakan narapidana yang mendekam di sejumlah LP. "Upaya antisipasi ini dibantu sejumlah pihak termasuk pemerintah daerah dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM," kata Anton saat berkunjung ke Madiun, Senin lalu.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.