Teror di Thamrin, Ini Klarifikasi Kedubes AS di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian bersenjata mengamankan kondisi pasca peledakan bom di pos polisi Sarinah, Jakarta, 14 Januari 2016. Sedikitnya 7 orang termasuk terduga pelaku teroris tewas dalam kejadian ini. TEMPO/Imam Sukamto

    Petugas kepolisian bersenjata mengamankan kondisi pasca peledakan bom di pos polisi Sarinah, Jakarta, 14 Januari 2016. Sedikitnya 7 orang termasuk terduga pelaku teroris tewas dalam kejadian ini. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, melalui website resminya, Jakarta.usembassy.gov, merilis klarifikasi atas peringatan waspada yang ditujukan kepada warga negara Amerika yang berada di Indonesia, khususnya Jakarta. 

    Dalam keterangan tertulis di website tersebut pada Kamis, 14 Januari 2016, disebutkan, “Terkait dengan penyerangan keji yang terjadi hari ini di Jakarta, Kedutaan Besar AS mengeluarkan dua Peringatan Waspada untuk warga Amerika Serikat di Indonesia. Pesan e-mail Peringatan Waspada dikirimkan melalui jaringan tanggap darurat dengan ketentuan waktu Greenwich Mean Time (GMT).”

    Disebutkan pula bahwa e-mail yang berisi peringatan itu dikirim khusus oleh Pemerintah Amerika kepada setiap warga negaranya yang terdaftar sedang berada di Indonesia. Pesan itu dikirim dua kali, yakni pukul 11.44 dan 12.36 WIB, pada Kamis, 14 Januari 2016. 

    “Pesan itu berisi berbagai perkembangan informasi untuk meningkatkan kewaspadaan warga AS di Indonesia ataupun yang berada di luar Indonesia.”

    Informasi tersebut juga diunggah ke website resmi Kedutaan AS pada pukul 12.16 dan 13.04 WIB.

    Duta Besar Amerika di Indonesia, Robert Orris Blake, menyampaikan pernyataan belasungkawa melalui akun Twitter pribadinya. Blake menyatakan dukacita kepada korban teror tersebut dan keluarga mereka. Kedutaan Amerika juga menyatakan kesediaan mereka membantu Indonesia dalam situasi ini.

    YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.