Amerika Kucurkan Rp 634 Miliar untuk Proyek Hutan dan Gambut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel TNI dibantu relawan memadamkan kebakaran lahan gambut di Rimbo Panjang, Kampar, Riau, 8 September 2015. Jumlah titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera mulai menurun. Satelit Tera dan Aqua hanya memantau 39 titik panas di wilayah tersebut. Jauh lebih kecil dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 413 titik. ANTARA/Rony Muharrman

    Personel TNI dibantu relawan memadamkan kebakaran lahan gambut di Rimbo Panjang, Kampar, Riau, 8 September 2015. Jumlah titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera mulai menurun. Satelit Tera dan Aqua hanya memantau 39 titik panas di wilayah tersebut. Jauh lebih kecil dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 413 titik. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Palangkaraya - United State Amerika Agency for International Development (USAID) akan mengucurkan dana US$ 47 juta atau sekitar Rp 634 miliar selama lima tahun untuk proyek Lestari.  

    Ini adalah proyek kerja sama USAID dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah Indonesia dalam pengelolaan tanah dan pengelolaan air pada kawasan hutan dan lahan gambut di Indonesia.

    "Kami sangat cemas lingkungan ini, kekayaan alam ini sedang terancam kebakaran hutan, asap, perburuan ilegal dan penebangan ilegal banyak terjadi," kata Embassy Deputy Chief of Mission Amerika Serikat Brian McFeeters di Kantor Gubernur Kalimantang Tengah, Palangkaraya, Jumat 8 Januari 2016.

    Ia mengatakan melalui program bernama Lestari, Amerika Serikat melalui USAID akan melakukan serangkaian kegiatan pelatihan dan pengelolaan hutan secara baik.

    Selain itu Lestari juga akan melakukan penyuluhan, penanganan dan antisipasi kebakaran hutan di tiga provinsi di Indonesia antara lain Aceh, Kalimantan Tengah dan Papua. Brian menyampaikan kerja sama ini dilakukan untuk tetap menjaga kelestarian hutan beserta segala kekayaan flora dan faunanya demi menjaga tingkat emisi gas karbon.

    Selama dua hari, Brian bersama dengan tim USAID yang dipimpin oleh Direktur USAID Indonesia Andrew Sisson dan juga World Widelife Fund (WWF) melakukan kunjungan ke Kawasan Taman Nasional Sebangau, Kanal Tumbang Nusa di Kabupaten Pulang Pisau, Kanal ex PLG di Kabupaten Pulang Pisau dan perkebunan karet milik warga Kabupaten Pulang Pisau yang berhasil selamat dari kebakaran hutan 2015 lalu.

    Pada kegiatan ini, tim USAID dan Perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia melihat langsung bagaimana keberadaan kanal-kanal buatan menyebabkan air dari tanah gambut keluar dan mengalir menuju sungai.

    USAID melalui program Lestari akan melakukan serangkaian perbaikan dan memberikan masukan kepada pemerintah setempat mengenai penanganan hutan dan lahan gambut tanpa menyebabkan efek buruk masa depan.  

    MAYA NAWANGWULANH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.