Dapat Rapor Buruk dari Yuddy, Menteri Desa Beri Isyarat Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, memborong 10 kg jeruk baby saat berkunjung ke kawasan desa wisata petik jeruk di Desa Selorejo, Kec. Dau, Malang, 27 Maret 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, memborong 10 kg jeruk baby saat berkunjung ke kawasan desa wisata petik jeruk di Desa Selorejo, Kec. Dau, Malang, 27 Maret 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Purwakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Marwan Ja'far, hanya memberikan sebuah isyarat ketika diminta tanggapannya ihwal ponten kinerjanya yang jeblok seperti dilansir Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi.

    Tanpa berkata apa-apa, Marwan hanya meletakkan telunjuk tangan kanannya yang dimiringkan di bagian jidatnya, kepada para wartawan yang memburunya,  di Purwakarta, Kamis, 7 Januari 2016.   Setelah memberi isyarat itu, Marwan langsung berjalan pergi. "Itu kan isyarat buat menandakan orang sinting," celetuk salah seorang wartawati media harian nasional.

    Dalam penilaian yang dilakukan Kementerian PAN, rapor kinerja kementerian yang dipimpin politikus senior PKB tersebut menempati ranking nyaris paling rendah. Rapor buruk juga diterima Kementerian Olah Raga dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi pimpinan Imam Nachrowi dan Hanif Dakhiri, yang juga sama-sama politisi PKB.

    Hasil penilaian kinerja menteri tersebut memancing kontroversi. Menurut Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ikrar Nusa Bhakti, apa yang dilakukan Yuddy tersebut sebagai langkah mencari popularitas. Sebab, Ikrar menjelaskan, ihwal kinerja menteri merupakan hak prerogatif presiden.

    NANANG SUTISNA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.