Kompleks Rumah Gubernur Sulsel Dilempari Granat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • gunaxin.com

    gunaxin.com

    TEMPO.CO, Makassar -  Orang tidak dikenal melempar granat aktif ke arah Lapangan Tenis Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Rabu, 6 Januari 2015. Tapi, granat itu tidak sampai masuk ke area tersebut dan tidak pula meledak. "Iya, benar ada masuk informasi itu. Kejadiannya sekitar jam satu dini hari," kata Kepala Polsek Ujung Pandang, Komisaris Nawu Thayyeb, Rabu. 

    Granat aktif itu ditemukan warga yang melintas di lokasi kejadian. Setelahnya, barang bukti itu diamankan ke Detasemen Polisi Militer Komando Daerah Militer VII/Wirabuana. Nawu menuturkan pihaknya belum mengetahui pasti kronologi peristiwa itu lantaran masih ditangani Denpom. Kendati demikian, kepolisian tentunya akan segera berkoordinasi untuk penanganannya. 

    Nawu menerangkan kemungkinan bukan pihaknya yang melakukan penanganan lanjutan atas peristiwa tersebut. "Nanti ada tim penjinak bom dari Brigade Mobil yang akan turun tangan. Kepolisian masih sementara berkoordinasi dengan pihak Denpom," ucap dia. Nawu  belum mengetahui persis jenis granat aktif yang dilemparkan OTK itu. "Kami baru sebatas menerima informasi," tuturnya. 

    Dimintai konfirmasi secara terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sulawesi Selatan, Iqbal Suhaeb, turut membenarkan kejadian tersebut. Namun, ditegaskannya benda itu tidak sampai masuk ke Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan. "Ditemukan jalanan di dekat Lapangan Tenis. Yang temukan warga dan selanjutnya diamankan ke Denpom," tuturnya. 

    Atas peristiwa, Iqbal mengatakan pihaknya akan meningkatkan pengamanan di Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan. Standar pengamanan untuk penjagaan rumah orang nomor satu di Sulawesi Selatan itu akan dijaga oleh 12 aparat Satpol PP dibantu oleh anggota Brimob Polda Sulawesi Selatan. "Itu dibagi tiga shift setiap harinya," tutur dia. 

    Iqbal menegaskan pengamanan di Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan tidak hanya akan dilakukan dengan penempatan personel di pos-pos tertentu. Iqbal mengatakan pasca-peristiwa itu, pihaknya akan mengintensifkan patroli di sekitaran kompleks guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. 

    Adapun, pihak Kodam VII/Wirabuana belum berhasil dikonfirmasi. Kepala Penerangan Kodam VII/Wirabuana, Kolonel I Made Sutia, mengaku sedang tidak berada di Makassar sehingga kurang mengetahui kejadian itu. "Saya lagi tes di Bandung," tuturnya. Adapun, Panglima Kodam VII/Wirabuana, Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti, juga belum merespon saat dihubungi Tempo. Begitu pula pesan singkat yang dilayangkan Tempo belum dibalas. 

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.