Densus Kembali Tangkap Terduga Teroris di Solo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Polri berkuda dan bermotor meninggalkan lapangan seusai mengikuti apel Operasi Lilin 2015 di Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Desember 2015. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan Indonesia sedang dalam siaga satu ancaman terorisme. Rencananya, teror tersebut akan dilaksanakan pada Natal dan tahun baru di sejumlah wilayah di Indonesia. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Anggota Polri berkuda dan bermotor meninggalkan lapangan seusai mengikuti apel Operasi Lilin 2015 di Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Desember 2015. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan Indonesia sedang dalam siaga satu ancaman terorisme. Rencananya, teror tersebut akan dilaksanakan pada Natal dan tahun baru di sejumlah wilayah di Indonesia. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.COSolo - Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Polri kembali menangkap seorang terduga teroris di Surakarta, Jawa Tengah, Selasa, 29 Desember 2015. Hingga saat ini belum diketahui identitas terduga teroris yang ditangkap serta perannya dalam kelompok teroris.

    "Tadi memang ada penangkapan dari Densus," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta Komisaris Besar Ahmad Luthfi saat dikonfirmasi. Hanya saja dia mengaku belum mengetahui identitas orang yang ditangkap. "Itu ranahnya Densus," katanya.

    Menurut informasi yang diperoleh, pria tersebut ditangkap saat tengah melintas di daerah Panularan, Surakarta. Saat itu dia tengah mengendarai sebuah sepeda motor bebek warna hitam.

    Menurut salah satu saksi mata, pengendara sepeda motor itu dipepet sebuah mobil hingga terjatuh. "Lantas penumpang mobil turun dan mengepung pria itu," kata warga yang enggan disebut namanya. 

    Para penumpang mobil itu kemudian membawa pergi pria tersebut. Sedangkan sepeda motor bebeknya hanya ditinggal begitu saja di tepi jalan.

    Beberapa saat kemudian, polisi lalu lintas datang dengan membawa kendaraan bak terbuka. Sepeda motor yang berada di tepi jalan itu lalu diangkut menuju Mapolresta Surakarta.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.