Libur Panjang, Omzet Pedagang Kaki Lima Malioboro Melonjak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalan Malioboro, Yogyakarta. ANTARA/Noveradika

    Jalan Malioboro, Yogyakarta. ANTARA/Noveradika

    TEMPO.COYogyakarta - Masa libur panjang Natal dan tahun baru kali ini dianggap lebih bersahabat dan menguntungkan para pedagang kaki lima di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Dalam sehari, omzet pedagang yang sudah buka lapak di trotoar sisi barat Malioboro sejak 32 tahun itu berlipat 3-4 kali lipat.

    "Ini seperti untuk mengganti libur masa Lebaran kemarin yang kebetulan berbarengan dengan masa masuk sekolah, wisatawan jadi lebih ramai," ujar Tari Subardi, 65 tahun, seorang pedagang pakaian di Malioboro, Ahad, 27 Desember 2015.

    Tari mengaku, dalam sehari, ia bisa menjual 150 potong pakaian aneka jenis, dengan harga berkisar Rp 20-100 ribu per potong. "Semua jenis pakaian motif batik laku, yang dari Solo, Pekalongan, juga Yogya," kata Tari, yang saat liburan ini mengerahkan enam kerabatnya untuk membantu berjualan.

    Kondisi ini berbeda dengan masa libur Lebaran. "Pas Lebaran kemarin omzet hanya mentok dua kali lipat, tak sebanding dengan lama waktu jualannya," tuturnya. Khusus liburan, para pedagang menggelar dagangan sejak pukul 07.00 hingga 03.00.

    Tak cuma pedagang pakaian, peningkatan omzet berkali lipat juga dirasakan pedagang makanan. "Sehari bisa 120 porsi, paling banyak menu nasi ayam goreng yang dipesan," ucap Sujiyanto, pedagang lapak makanan Pecel Lele Handayani. Omzet itu melonjak empat kali dibanding hari biasa yang rata-rata hanya 30 porsi. 

    Sujiyanto tak menaikkan harga jual meskipun harga ayam sedang tinggi. “Takut wisatawan kabur,” ujar pria asal Gunungkidul itu. Saat ini harga daging ayam di pasaran Kota Yogya berkisar Rp 37-38 ribu per kilogram atau naik dari dua pekan lalu yang masih Rp 35 ribu per kilogram.

    Para kusir andong di Malioboro juga merasakan berkah liburan akhir tahun ini. "Jalan setengah hari saja, bisa menarik 5-6 rombongan," kata Iswanto, kusir andong dari Paguyuban Kotagede II. Tarif berkeliling dengan andong ini naik dari Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu dengan jalur Malioboro-Keraton-Patuk (pusat bakpia). "Karena jalan macet, waktu perjalanan jadi lama, jadi kami naikkan tarifnya," tutur Iswanto.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.