Bantu Amankan Natal di Riau, TNI Terjunkan Ratusan Prajurit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota TNI melakukan penjagaan saat dilakukan pembongkaran sebuah gereja di desa Siompin, Aceh Singkil, Aceh, 19 Oktober 2015. REUTERS/YT Haryono

    Seorang anggota TNI melakukan penjagaan saat dilakukan pembongkaran sebuah gereja di desa Siompin, Aceh Singkil, Aceh, 19 Oktober 2015. REUTERS/YT Haryono

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kesatuan TNI dari Korem 031 Wirabima, Pekanbaru turut melapisi Kepolisian Daerah Riau dalam pengamanan hari Natal dan perayaan menyambut tahun baru 2016.

    Komandan Koren 031 Wirabima, Pekanbaru Brigadir Jenderal Nurendi mengatakan, TNI mengerahkan 2 kompi atau setara 242 prajurit diterjunkan bersama anggota polisi di setiap pusat keramaian.

    "Kami turut melapisi kepolisian dalam penjagaan perayaan hari Natal," kata Nurendi, Rabu, 23 Desember 2015.

    Menurut Nurendi, dalam hal ini pasukan Tentara bersifat menyokong anggota kepolisian dalam pengamanan. Pasukan diturunkan bersama anggota polisi terutama di kawasan gereja untuk mengantisipasi kemungikan ancaman teror. "Ada juga pasukan yang menjalankan fungsi intelijen," ujarnya.

    Nurendi berharap perayaan Natal dan tahun baru di wilayah Riau berlangsung aman dan tentram. Warga diminta untuk saling menghormati agar suasana tetap tejaga. "Semoga Natal dan tahun baru dapat dilewati dengan baik," ujarnya.

    Sementara itu, Kepolisian Daerah Riau mengerahkan 2.740 personel untuk pengamanan hari Natal dan tahun baru 2016. Penjagaan diperketat di seluruh rumah ibadah gereja dan pusat keramaian.

    Polda Riau mencatat setidaknya ada beberapa kerawanan yang patut diwaspadai saat perayaan Natal dan tahun baru, yakni ancaman teror kelompok radikalisme, aksi bom maupun penembakan dengan sasaran kelompok: markas polisi, petugas polisi, tempat ibadah.

    "Lalu antisipasi kejahatan pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor dan bencana alam," kata Kepala Polda Riau Brigadir Jenderal Dolly Bambang Hermawan.

    Pengamanan diperketat terutama di rumah ibadah dan pusat keramaian. Sebab Pekanbaru merupakan salah satu kota yang memiliki pengalaman buruk ketika bom meledak di Gereja HKBP pada malam Natal tahun 2000 silam. "Kami belajar dari pengalaman," katanya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.