Jenazah Pilot T50i Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Madiun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Letkol Pnb Marda Sarjono Letkol Marda Sarjono (kanan) memberi hormat pada pesawat tempur Hawk MK-53 di Lanud Iswahjudi Magetan, 12 Maret 2015. Marda Sarjono gugur bersama Kapten Pnb Dwi Cahyadi. ANTARA/Siswowidodo

    Foto Letkol Pnb Marda Sarjono Letkol Marda Sarjono (kanan) memberi hormat pada pesawat tempur Hawk MK-53 di Lanud Iswahjudi Magetan, 12 Maret 2015. Marda Sarjono gugur bersama Kapten Pnb Dwi Cahyadi. ANTARA/Siswowidodo

    TEMPO.COMadiun - Jenazah Letnan Kolonel Penerbang Marda Sarjono, 40 tahun, pilot pesawat tempur TNI AU T50i Golden Eagle yang gugur dalam solo aerobatik perayaan Gebyar Dirgantara di Pangkalan Udara Adi Sutjipto, Yogyakarta, Senin pagi, 21 Desember 2015, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kota Madiun, Jawa Timur.

    Suasana duka menyelimuti upacara pemakaman. Istri almarhum, Dian Ambarwati, 39 tahun, terus menangis selama proses pemakaman berlangsung. Beberapa kali ia mencium batu nisan suaminya disertai air mata yang berderai.

    Saat hendak meninggalkan makam sang suami, Dian harus digandeng oleh kerabatnya. Langkah dia terhenti setiap kali sang kerabat memeluknya. “Yang kuat dan istigfar,” ujar seorang perempuan sambil menepuk punggung Dian.

    Panglima Komando TNI Angkatan Udara Marsekal Muda Dody Trisunu mengatakan, semasa hidup, almarhum dikenal sebagai prajurit yang pintar. “Sebagai Komandan Skuadron 15, tentunya dia memiliki klasifikasi tertinggi pada tubuh TNI AU,” ucapnya.

    Jenazah Marda tiba di Pangkalan Udara Iswahjudi, Magetan, Minggu, 20 Desember 2015, sekitar pukul 17.30, setelah diberangkatkan dari Pangkalan Udara Adisutjipto, Yogyakarta.

    Sebelum dimakamkan, almarhum Marda disemayamkan di rumah dinas yang dia tempati bersama keluarganya di Jalan Cendrawasih II Nomor 11, Kompleks Lanud Iswahjudi, Magetan.

    Marda merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara tahun 1997. Selama berkarier, dia sempat ditugaskan dalam operasi pengamanan udara dan Pam Alki di Kupang pada tahun 2000, operasi Oscar dan Pam Alki di Manado, serta Kupang pada tahun 2004.

    Almarhum Marda meninggalkan seorang istri, dua anak perempuan, dan seorang anak laki-laki. Anak-anaknya adalah Nabila Shafa Nur Aliiyah, 12 tahun, Asyifa Dianda Nur Aliyyah (5), dan Hanif Fadhlurrahman Nur Sarjono (4).

    Marda merupakan salah satu penerbang yang gugur saat melakukan solo aerobatik dalam perayaan Gebyar Dirgantara Yogyakarta kemarin pagi. Selain dia, Kapten Penerbang Dwi Cahyadi, back seater T50i, juga menjadi korban dalam insiden tersebut.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


    Kedatangan Jenazah Copilot Pesawat T50I... oleh tempovideochannel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.