Forum Rektor 2016 di Yogyakarta Akan Soroti Isu GBHN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Rochmat Wahab mencoba duduk di kokpit mobil listrik UNY EVO karya tim Garuda UNY saat peluncuran di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta, (2/5). TEMPO/Suryo Wibowo

    Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Rochmat Wahab mencoba duduk di kokpit mobil listrik UNY EVO karya tim Garuda UNY saat peluncuran di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta, (2/5). TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Konferensi Forum Rektor Indonesia akan digelar kembali pada akhir Januari 2016. Kali ini, tuan rumah konferensi adalah Universitas Negeri Yogyakarta.

    "Kami berharap akan ada 700 sampai 1.000 rektor mau datang," kata Ketua Forum Rektor Indonesia Rochmat Wahab, Kamis, 17 Desember 2015.

    Rochmat mengatakan FRI 2016 memiliki potensi strategis, sebab akan menyoroti berbagai persoalan kebangsaan. Salah satu yang akan menjadi topik pembahasan utama ialah konsep usulan mengenai pemberlakuan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

    "Kami menganggap penting ada perumusan kembali GBHN agar ada kontinuitas pembangunan negara," kata Rochmat.

    Rochmat menambahkan, FRI 2016 juga akan menyoroti isu kemaritiman. Rencana ini muncul mengingat banyak rektor menilai pemerintah masih terlalu berfokus ke pembangunan instruktur kelautan. "Sementara kualitas sumber daya manusia di sektor ini masih belum terbangun, kami ingin menawarkan konsep peran kampus di sana," katanya.

    FRI 2016  rencananya masih akan membahas isu hilirisasi hasil riset dan teknologi yang berasal dari komunitas kampus. Isu ini, menurut Rochmat, masih menjadi perhatian banyak rektor mengingat mayoritas hasil penelitian para akademikus kerap tersimpan di rak perpustakaan saja.

    Adapun isu terakhir yang akan dibahas dalam FRI 2016 ialah penguatan pendidikan karakter di Indonesia. Isu ini akan dibahas oleh kelompok kerja keempat di konferensi para rektor. "Pendidikan berbasis nilai makin penting sekarang," kata Rochmat.

    ADDI MAWAHIBUN IDHOM



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.