Kisah Peluncuran 4G LTE di Kampung Cyber Yogya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rombongan warga negara asing mengunjungi Kampung Cyber di Kelurahan Patehan, Yogyakarta, 12 Oktober 2014. Mereka datang bersama pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. FOTO: Antonius Sasongko

    Rombongan warga negara asing mengunjungi Kampung Cyber di Kelurahan Patehan, Yogyakarta, 12 Oktober 2014. Mereka datang bersama pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. FOTO: Antonius Sasongko

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kampung Taman RT 36 RW 09 Kelurahan Patehan Kecamatan Keraton Yogyakarta mendadak ramai orang pada Jumat sore, 11 Desember 2015. Kampung yang populer dengan nama Kampoeng Cyber dan pernah geger karena dikunjungi pendiri Facebook Mark Zuckeberg itu, dipilih Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara untuk mewakili komunitas di daerah menyaksikan peluncuran teknologi 4G LTE oleh Presiden Joko Widodo.

    Selain Yogya ada juga dua daerah ditunjuk untuk menyaksikan secara lansung melalui teleconference peluncuran teknologi 4G LTE itu yakni Kota Palembang dan Surabaya.

    Di Kampung Cyber Yogya, video conference peluncuran teknologi 4G dilakukan secara sederhana di halaman rumah warga yang merangkap tempat Pendidikan Anak Usia Dini (Paud). Sebuah generator set dipakai untuk menopang video conference peluncuran itu.

    Dari Kampung Cyber ada lima orang yang perwakilan untuk menyaksikan peluncuran itu. Mereka yakni para blogger asal Solo, warga kampung Cyber, dan kaum difabel yang selama ini aktif di dunia internet untuk mendukung kegiatan usahanya.

    Ketua RT 36 yang juga perintis Kampung Cyber Taman Antonius Sasongko kepada  Tempo menuturkan, ini merupakan kali pertama warga kampung Cyber dilibatkan pemerintah secara langsung menggelar programnya. "Kami apresiatif sekali bisa terlibat dengan program yang dilakukan pemerintah pusat, karena belum pernah seperti ini," ujar pria yang akrab disapa Koko itu.

    Meskipun warga sempat sedikit kecewa karena tak jadi berdialog langsung dengan Presiden, kata Koko, video conference Menteri Komunikasi Rudiantara dengan stakeholder daerah itu cukup memberi kesan. "Meskipun penerapan teknologi 4G belum memadai karena warga masih banyak memakai internet berbasis komputer desktop," ujarnya.  

    Dalam video conference dengan Menkominfo, blogger asal Solo yang akrab disapa Blontankpoer mengungkapkan, agar penerapan teknologi 4G bisa digunakan pemerintah untuk memberdayakan warga. Baik di wilayah yang sudah baik pembangunannya atau pinggiran perbatasan Indonesia. "Teknologi internet saat ini banyak digunakan pula oleh teman-teman difabel dalam berusaha, dan sangat membantu, dengan teknologi ini semoga makin memberdayakan mereka," ujarnya.

    Sesepuh Kampung Cyber Yogya Heri Susanto menuturkan, langkah Menkominfo Rudiantara yang gencar dalam pengembangan teknologi berbasis internet cukup memberi warna bagi warga. "Menteri Rudi juga cukup terbuka menerima masukan, ini jadi modal penting agar warga makin melek teknologi menghadapi pasar bebas," ujar Heri.

    Di kampung Cyber Yogya ini pendiri Facebook Mark Zuckeberg sempat terperangah ketika berkunjung dan melihat warga melakukan aktivitas sosial dengan internet rumahan. Infrastruktur yang dibangun warga dilakukan secara gotong royong. Internet di kampung ini digunakan bersama untuk pengelolaan jam ronda, jadwal temu warga, berita lelalyu, hingga pemasaran hasil kerajinan.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.