Aktivitas Kegempaan Gunung Bromo Terus Meningkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengendara motor melintas di padang sabana Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 13 November 2015. ANTARA/Umarul Faruq

    Seorang pengendara motor melintas di padang sabana Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 13 November 2015. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.COProbolinggo - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo Dwijoko menyatakan aktivitas kegempaan tremor Gunung Bromo di Jawa Timur terus meningkat menjadi berstatus siaga. 

    Untuk mengantisipasi erupsi Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo telah memiliki rencana kontigensi bencana erupsi Bromo yang di dalamnya berisi prosedur tetap penanganan bencana Bromo. Ada tiga desa di kawasan rawan bencana I dalam radius 5 kilometer, yakni Desa Ngadirejo, Desa Ngadas, dan Desa Ngadisari. Tiga desa ini berada di Kecamatan Sukapura. Dalam KRB I ini terdapat 3.705 penduduk dengan jumlah rumah sebanyak 1.276. 

    Aktivitas kegempaan tremor Gunung Bromo dikabarkan terus meningkat hingga Selasa, 8 Desember 2015, sejak statusnya naik menjadi level III atau siaga pada Jumat lalu. Berdasarkan pemantauan secara kegempaan, tremor dengan amplitudo maksimum tercatat 3-19 milimeter dominan pada angka 6 milimeter. Padahal sebelumnya amplitudo maksimum sekitar 0,5-8 milimeter.

    Pengamatan visual maupun seismik Gunung Bromo sejak Selasa dinihari, 8 Desember 2015, hingga pukul 06.00 memperlihatkan Gunung Bromo tampak jelas mengembuskan asap berwarna kelabu hingga kecokelatan dengan ketebalan sedang. Tekanan asap teramati sedang hingga kuat dengan ketinggian 200-300 meter di atas puncak kawah dan mengarah ke barat daya. 

    Tremor amax 3-19 dan dominan pada angka 6 milimeter. Gempa tremor menerus ini teramati sejak Agustus hingga 4 Desember 2015. Peningkatan tajam kegempaan teramati pada awal Desember 2015. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan ada potensi terjadinya erupsi preatik dan magmatik yang tiba-tiba. 

    Sebaran material vulkanisnya berupa hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar) mulai sekitar kawah hingga radius 2,5 kilometer dari pusat erupsi. Potensi erupsi ini diprediksi oleh peneliti dan penjelajah gunung api di Indonesia. "Tremor terjadi menerus dan ada kecenderungan terus meningkat," kata peneliti dan penjelajah gunung api, Aris Yanto, kepada Tempo, Selasa pagi, 8 Desember 2015. 

    "Ditunggu saja 2-3 minggu mendatang," ujarnya. Ihwal kegempaan tremor ini menunjukkan bahwa ada energi di dalam kawah Gunung Bromo yang sewaktu-waktu bisa dilepaskan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo juga telah bersiaga menyusul status aktivitas Gunung Bromo yang naik menjadi siaga.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.