Ridwan Kamil pada Jurnalis Thailand: Bandung Kota Kreatif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Ridwan Kamil melihat mural di tembok gang Kampung Cicukang yang diremikan menjadi kampung kreatif di wilayah Cicadas, Bandung, Jawa Barat, (8/12). Cicadas merupakan salah satu daerah terpadat di dunia. TEMPO/Prima Mulia

    Walikota Ridwan Kamil melihat mural di tembok gang Kampung Cicukang yang diremikan menjadi kampung kreatif di wilayah Cicadas, Bandung, Jawa Barat, (8/12). Cicadas merupakan salah satu daerah terpadat di dunia. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Kota Bandung Ridwan Kamil menyambut hangat kunjungan jurnalis asal Thailand. Kepada 10 wartawan asing tersebut, wali kota yang akrab disapa Kang Emil ini dengan antusias menerangkan potensi Bandung.

    "Kalau kalian ingin melihat banyak hal unik dan menarik, yang baru, datanglah ke Bandung," ujar Ridwan saat menyambut mereka, Ahad, 6 Desember 2015, di Pendopo Wali Kota Bandung.

    Mantan Dosen Jurusan Teknik Arsitektur di Institut Teknologi Bandung ini menjelaskan, sebagian besar penduduk Kota Bandung merupakan penduduk berusia muda dan produktif. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa kota tersebut dipenuhi bidang kreatif.

    Menurut alumni Universitas Berkeley California, Amerika Serikat ini, banyaknya mahasiswa yang berasal dari luar kota untuk  belajar di Kota Kembang ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya anak muda tinggal di Bandung.

    "Banyaknya anak muda yang tinggal di kota yang sejuk ini menghasilkan orang-orang berkreasi dan berpikir lebih," ujar Emil.

    Menyambut para awak media asal Thailand, Ridwan Kamil mengenakan kaus polo biru dilapisi rompi Sunda dengan motif khas. Menampilkan identitas budaya lokal, ia pun mengenakan blangkon batik khas Sunda.

    Dalam rangka promosi pariwisata Indonesia, Kementerian Pariwisata Indonesia mengundang sejumlah wartawan Thailand mulai 5-10 Desember 2015. Setelah Bandung, rombongan akan mengunjungi Yogyakarta pada Ahad malam, 6 Desember, sampai dengan 10 Desember.



    DINI TEJA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.