Minggu, 22 September 2019

Putus Cinta dengan Polwan, Polisi Bunuh Diri Pakai Pistol  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Machfoed Gembong

    TEMPO/ Machfoed Gembong

    TEMPO.CO, Makassar - Brigadir Dua Ricky Ricardo, anggota Kepolisian Resor Mamuju, Sulawesi Barat, bunuh diri menggunakan senjata api miliknya di Jalan KS Tubun, Mamuju, Rabu, 2 Desember 2015.

    Kepala Polres Mamuju, Ajun Komisaris Besar Eko Wagiyanto, mengatakan motif bunuh diri Ricky Ricardo diduga karena putus cinta. Hubungan asmaranya dengan polisi wanita, Brigadir Dua F, kandas.

    Hubungan asmara kedua polisi ini tidak direstui orangtua F. "Motifnya karena ada permasalahan pribadi. Informasinya karena putus cinta," ucap bekas Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar itu.

    Hingga kini, jenazah Ricky masih berada di Mamuju dan belum dimakamkan lantaran menunggu kedatangan orangtua almarhum. "Masih dikoordinasikan dengan pihak keluarganya. Orangtua korban masih dalam perjalanan ke Mamuju," ujarnya.

    Kepolisian juga sudah menyita senjata api jenis revolver yang dipakai Ricky. Selain itu, turut diamankan bersama empat peluru dan sebuah selongsong.

    Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat akan mengevaluasi penggunaan senjata api bagi seluruh polisi. Dalam setahun terakhir, tercatat tiga kasus penggunaan pistol yang mengakibatkan kematian. Dua di antaranya kasus bunuh diri polisi. Selain kasus bunuh diri Ricky, aksi polisi menembak kepalanya juga dilakukan anggota Kepolisian Sektor Manggala, Brigadir Arifin di Makassar, April lalu.

    Tidak hanya itu, kasus penyalahgunaan senjata api terjadi di Pangkajene Kepulauan, Juli lalu. Kala itu, seorang bocah berumur 9 tahun, FI, menembak kepala ibunya, Eva, memakai senjata api milik Haerudin, anggota Brimob Polda Sulawesi Selatan dan Barat.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe