Disebut 66 Kali di Rekaman Utuh Setya, Ini Reaksi Luhut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pencatut nama Presiden Jokowi di Jakarta, 19 November 2015.  Luhut mengungkapkan, kontrak Freeport akan habis pada tahun 2021, jika ada negosisasi  perpanjangan kontrak, hal itu bisa dilakukan dua tahun sebelumnya. TEMPO/Subekti.

    Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pencatut nama Presiden Jokowi di Jakarta, 19 November 2015. Luhut mengungkapkan, kontrak Freeport akan habis pada tahun 2021, jika ada negosisasi perpanjangan kontrak, hal itu bisa dilakukan dua tahun sebelumnya. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Transkrip rekaman utuh berupa infografis yang diduga pembicaraan antara Ketua DPR RI Setya Novanto dan pengusaha Riza Chalid beredar di media sosial. Nama Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan disebut 66 kali dalam percakapan yang ditengarai terjadi dalam pertemuan antara Setya, Riza, dan petinggi PT Freeport Indonesia itu.

    Selain itu, Luhut disebut sebagai kunci dalam renegosiasi perpanjangan kontrak Freeport—yang bakal habis pada 2021. Apa tanggapan Luhut?

    "Ya, enggak apa-apa. Kita tunggu saja MKD," ujar Luhut di kantornya, Senin, 30 November 2015. 

    Baca juga:
    Sidang Kasus Calo Freeport, Ada yang Gebrak Meja

    Transkrip Rekaman: Jokowi Nekat Nyetop Freeport, Jatuh Dia

    Kasus ini sudah dilaporkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Sudirman mengadukan dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla oleh Setya Novanto. MKD menyatakan bahwa rekaman yang diserahkan Sudirman berdurasi 11 menit 38 detik. MKD mempertanyakan rekaman utuh percakapan karena lama pertemuan Setya dan Freeport mencapai dua jam.

    Luhut tak khawatir apabila Mahkamah Kehormatan Dewan memanggilnya untuk dimintai keterangan terkait dengan kasus tersebut. "Ya, saya akan datang (ke MKD)," kata Luhut.

    Ia menegaskan tak pernah setuju atas perpanjangan kontrak Freeport. "Saya tak pernah terlibat gituan, posisi saya jelas. Saya enggak pernah setuju ada perpanjangan Freeport sebelum waktunya, 2019."

    Sebelumnya, Luhut mengatakan pernah tiga kali didatangi bos Freeport-McMoran, James R. Moffet. Kedatangan Jim Bob, begitu Moffet biasa disapa, bertujuan agar kontrak Freeport yang berakhir pada 2021 bisa segera diperpanjang pemerintah Indonesia.

    Baca juga:

    Baca juga:
    3 Hal Ini Bikin  Ketua DPR Setya Novanto Sulit Ditolong!
    Penjara Dijaga Buaya: Kenapa Bandar Narkotik Tak Akan Takut?

    "Tiga kali dia datang kepada saya," tutur Luhut saat diwawancarai Tempo pada Kamis, 19 November 2015. Jim Bob datang dua kali ke Bina Graha saat Luhut masih menjabat Kepala Kantor Staf Presiden. Suatu ketika, Jim Bob datang bersama Duta Besar Amerika Serikat Robert O. Blake ke rumah Luhut di kawasan Kuningan.

    Luhut berkukuh tak akan memperpanjang kontrak Freeport. Luhut menjelaskan, salah satu sebabnya adalah ketidakpatuhan Freeport pada Undang-Undang tentang Mineral dan Batu Bara. 

    TIKA PRIMANDARI

    Baca juga:
    Dituduh Suka Pamer Barang Mewah, Ayo Tebak, Apa Jawaban Syahrini?
    Adinda: Rizal Peragakan Saat Memperkosa & Membunuh

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.