Survei KPI: Kualitas Tayangan Televisi Masih Rendah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Komisi Penyiaran Indonesia. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ilustrasi Komisi Penyiaran Indonesia. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kualitas program tayangan televisi menurun selama periode September-Oktober 2015. Kesimpulan itu diperoleh berdasarkan hasil survei yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) dan sembilan perguruan tinggi di Indonesia. "Terjadi penurunan nilai indeks kualitas program televisi," ujar Koordinator Survey Indeks Kualitas Program Siaran Televisi Komisi Penyiaran Indonesia, Bekti Nugroho, dalam rilisnya, Senin, 30 November 2015.

    Menurut Bekti, sembilan perguruan tinggi yang terlibat dalam survei ini adalah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Sumatera Utara Medan, Institut Agama Islam Negeri Ambon, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, dan Universitas Udayana Denpasar.

    Bekti mengatakan survei serupa sudah pernah dilakukan tiga kali, yaitu pada Maret-April 2015 dengan indeks kualitas sebesar 3,25, pada Mei-Juni 2015 dengan indeks kualitas sebesar 3,27, dan pada Juli-Agustus 2015 dengan indeks kualitas sebesar 3,59. Sedangkan untuk periode September-Oktober 2015 indeksnya sebesar  3,42. "Hasil ini menunjukkan kualitas program siaran televisi masih di bawah indeks standar yang ditetapkan KPI, yakni 4," ujar Bekti.

    Dalam survei ini, KPI telah menetapkan indikator-indikator dengan rujukan tujuan diselenggarakannya penyiaran seperti yang disebutkan dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang tujuan penyiaran.

    Indikator dalam undang-undang tersebut membentuk watak, identitas, dan jati diri bangsa Indonesia yang bertakwa dan beriman, menghormati keberagaman, menghormati orang dan kelompok tertentu. Selain itu, masih merujuk pada undang-undang yang sama, indikator yang ditetapkan oleh KPI adalah program tayangan tidak memuat kekerasan, tidak bermuatan seksual, dan tidak bermuatan mistik, horor, dan supranatural.

    Berdasarkan indikator yang merujuk pada regulasi penyiaran tersebut, survei periode September-Oktober  2015 ini menunjukkan program-program infotainment, sinetron, dan variety show masih rendah. Untuk infotainment 2,56, sinetron 2,84, dan variety show 2,96. 

    Selama empat kali survei, ketiga program ini konsisten mendapatkan nilai indeks yang rendah. Pada survei pertama, infotainment 2,34, sinetron 2,51, dan variety show 2,68.  Survei kedua, infotainment 2,37, sinetron 2,68, dan variety show 2,7. Pada survei ketiga, infotainment 3,01, sinetron 3,02, dan variety show 3,48.

    Secara umum, menurut Bekti, ada sembilan kategori program siaran yang ikut disurvei, yakni program anak-anak, komedi, wisata/ budaya, religi, talkshow, variety show, infotainment, sinetron/FTV, dan berita. Dari sembilan kategori ini, terdapat dua kategori yang mencapai indeks 4, yakni program religi dan wisata/ budaya.


    ARIEF HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.