Hadiri Konferensi Iklim, Jokowi ke Paris Bawa Isu Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) dan Wapres Jusuf Kalla tertawa saat memasuki Istana Negara di Jakarta, 20 Oktober 2014. Presiden belum mengenakan pecinya dan JK belum memakai dasi. AP/Tatan Syuflana

    Presiden Jokowi (kiri) dan Wapres Jusuf Kalla tertawa saat memasuki Istana Negara di Jakarta, 20 Oktober 2014. Presiden belum mengenakan pecinya dan JK belum memakai dasi. AP/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo hari ini bertolak ke Paris, Prancis, untuk menghadiri rangkaian agenda Konferensi Perubahan Iklim atau Conference of Parties (COP) ke-21. Jokowi mengatakan, di sana, dia akan memberikan dukungan politik terhadap keberhasilan konferensi tentang perubahan iklim itu untuk dunia internasional.

    "Di COP ke-21 ini, yang paling penting adalah dukungan Indonesia terhadap komitmen perubahan iklim," ucap Jokowi di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Ahad, 29 November 2015. "Karena kita berada pada posisi yang kalau terjadi perubahan iklim sangat cepat. Kita punya 17 ribu pulau. Itu bisa membahayakan kalau terjadi kenaikan permukaan air laut, misalnya."

    Jokowi juga menuturkan, di sana, dia akan membahas soal pencegahan kebakaran hutan. Hal utamanya adalah pembentukan badan restorasi gambut, review perizinan usaha perkebunan sawit, dan moratorium terhadap pembukaan lahat kelapa sawit. "Semuanya akan kami sampaikan di sana," ujarnya.

    Untuk pembentukan badan restorasi gambut, saat ini Jokowi masih merumuskannya bersama jajaran kementerian terkait. Termasuk payung hukum yang menaungi badan restorasi gambut tersebut. Dalam Konferensi Perubahan Iklim, dia mengaku akan mengajak semua lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan membantu pelestarian lingkungan di Indonesia.

    "Ya, nanti akan kami ajak LSM atau NGO untuk berbicara dalam waktu yang sangat pendek untuk merestorasi gambut kita," ucapnya. "Mungkin ada wilayah tertentu yang harus dicabut izinnya. Ada daerah yang memang itu sebagai gunung tampungan air yang tak boleh untuk produksi sawit atau produksi hutan yang monokultur, ya harus dicabut."

    Rencananya, ujar Jokowi, di sana dia juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa pemimpin negara lain. Namun dia enggan memberi tahu kepala negara mana yang akan ditemuinya. "Nanti setelah pulang saya akan ceritakan," tuturnya.

    Beberapa orang yang mengantar Jokowi ke Paris di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla; Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan; Sekretaris Kabinet Pramono Anung; Menteri Sekretaris Negara Pratikno; Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo; dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti. Rencananya, Jokowi akan berada di Paris selama dua hari.

    REZA ADITYA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.