Di Depan Ketum KMP, Jusuf Kalla Laporkan Pertumbuhan Ekonomi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla (kanan) menerima kunjungan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Istana Wapres, Jakarta, 21 Oktober 2014. Kunjungan Prabowo tersebut untuk silaturahmi dan mengucapkan selamat kepada Wapres. ANTARA/HO/Setwapres- Samsu Hadi

    Wapres Jusuf Kalla (kanan) menerima kunjungan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Istana Wapres, Jakarta, 21 Oktober 2014. Kunjungan Prabowo tersebut untuk silaturahmi dan mengucapkan selamat kepada Wapres. ANTARA/HO/Setwapres- Samsu Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Presiden Jusuf Kalla "melaporkan" pertumbuhan ekonomi kepada jajaran petinggi partai koalisi nonpemerintah atau dalam masa kampanye dikenal dengan Koalisi Merah Putih. Kalla mengatakan memang target pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahun ini tak sesuai target.

    "Beberapa target pertumbuhan ekonomi tak bisa dicapai karena target 5,8 persen tapi tak mudah. Namun tentulah harus menjadi baik. Karena itu lah dalam kebersamaan dan tentunya kepercayaan," kata Kalla, dalam perayaan hari ulang tahun Partai Golkar yang ke-51, di Slipi, Jakarta Barat, Kamis, 26 November 2015.

    Kalla mengatakan tak tercapainya target pertumbuhan ekonomi bukan disebabkan kelalaian dan ketidakmampuan pemerintah dalam menggenjot sektor-sektor ekonomi. Melainkan, faktor eksternal, seperti krisis global dan semacamnya yang membuat keadaan ekonomi dunia juga mengalami krisis.

    Untuk itu, kata dia, diharapkan seluruh partai koalisi nonpemerintah membantu pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. "Marilah kita lihat bangsa ini dengan mata hati jangan cuma pragmatis," ujar dia.

    Acara perayaan hari ulang tahun Partai Golkar ke-51 dihadiri sejumlah petinggi partai koalisi nonpemerintah atau dalam masa kampanye dikenal dengan Koalisi Merah Putih (KMP).

    Mereka adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Dewan Pembina Demokrat EE Mangindaan, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan versi muktamar Jakarta Djan Farid, Politikus Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah dan Presiden PKS Shohibul Iman. Serta Ketua Umum Perindo Harry Tanoesodibjo.

    Juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tanjung, Sekretaris Jenderal Idrus Marham dan Politikus Golkar Yorrys Raweyai. Namun, Agung Lakosono tak tampak hadir dalam acara yang megah ini.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.