Menteri Kehutanan: Ini 12 Perusahaan Paling Hijau Tahun Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya memberikan keterangan pers terakit pengumuman nama perusahaan pembakar lahan dan hutan di Jakarta, 18 September 2015. Siti Nurbaya mengatakan 20 perusahaan nasional juga tengah diselidiki aparat kepolisian. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya memberikan keterangan pers terakit pengumuman nama perusahaan pembakar lahan dan hutan di Jakarta, 18 September 2015. Siti Nurbaya mengatakan 20 perusahaan nasional juga tengah diselidiki aparat kepolisian. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar Malam Anugerah Lingkungan dengan memberikan penghargaan Adipura dan program penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup (Proper) pada Senin 23 November 2015.  

    Penghargaan ini diberikan pada pemerintah daerah dan dunia usaha yang menunjukkan kinerja baik dalam pengelolaan lingkungan hidup.

    Untuk penghargaan Adipura, pemerintah menilai total 357 kota dan ibu kota kabupaten di seluruh Indonesia. Adapun penghargaan Proper bagi dunia usaha dilakukan melalui proses evaluasi terhadap 2.137 perusahaan selama periode 2014-2015.

    Penilaian peringkat hijau dan emas Proper dilakukan atas kinerja efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, 3R limbah B3 dan limbah padat non B3. Selain itu,  upaya pengurangan kesenjangan ekonomi lewat pemberdayaan masyarakat juga dinilai.

    "Inovasi merupakan pertimbangan utama dalam penilaian peringkat hijau dan emas," kata Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar pada puncak pemberian penghargaan  di Hotel Bidakara, Jakarta.

    Inovasi terbanyak, kata Siti Nurbaya,  berasal dari penurunan emisi dengan 37 inovasi, 3R limbah padat non B3 dengan 22 inovasi, konservasi dan penurunan beban pencemaran air dengan 14 inovasi, dan upaya pemeliharaan keanekaragaman hayati serta pemberdayaan masyarakat yang sama-sama memicu 6 inovasi.

    Menteri Siti menyebut inovasi dari pengelolaan lingkungan berhasil menghasilkan efisiensi penggunaan energi sebesar 919 juta Giga Joule, konservasi air 533 juta meter kubik, penurunan emisi 48 juta ton, reduksi limbah padat non B3 9,4 uta ton dan reduksi limbah B3 sebanyak 4,7 juta ton.

    Dari 2.137 perusahaan yang dinilai, akhirnya 12 perusahaan berhasil meraih Proper Emas, 108 mendapat kategori hijau, 1.406 perusahaan masuk kategori biru, 529 perusahaan masih dinilai merah, dan 21 perusahaan masuk kategori proper hitam atau yang paling rendah.  Sementara 61 perusahaan lain tidak diumumkan karena sedang menjalani proses penegakkan hukum.

    Adapun 12 perusahaan peraih Proper Emas adalah:

    1. PT Badak NGL

    2. PT Pertamina Epasser Subang

    3. PT Pertamina Geothermal Energi Area Kamojang

    4. PT Medco E&P Indonesia

    5. PT Bukit Asam Persero Tbk unit pertambangan Tanjung Emi

    6. PT Holcim Indonesia

    7. Pertamina RU 6 kilang Balongan

    8. PT Star Energy (Kakap) Ltd

    9. PT Pertamina EP Field Rantau

    10. Chevron Geothermal Salak Ltd

    11. PT Pertamina Persero Terrminal BBM Rewulu

    12. PT Bio Farma persero

    AHMAD FAIZ IBNU SANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.