Kementerian Kebudayaan Minta Peneliti Cari Nama Asli Candi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kacung Marijan. TEMPO/ Wahyu Setiawan

    Kacung Marijan. TEMPO/ Wahyu Setiawan

    TEMPO.COKlaten - Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Marijan meminta segera diadakan penelitian khusus untuk mencari nama-nama candi perwara di kompleks Candi Prambanan (sebagian di wilayah Kabupaten Klaten) dan Candi Ijo di Kabupaten Sleman, DIY.

    “Saya punya kecurigaan bahwa tiap candi itu ada namanya. Jadi bukan Candi A, B, C, D, atau Candi 1, 2, 3, 4, dan seterusnya. Perlu ada penelitian untuk mengetahui nama-nama candi sebenarnya,” kata Kacung pada Ahad, 22 November 2015. Kacung mengatakan penamaan candi dengan huruf abjad atau nomor-nomor itu hanya untuk sementara.

    Menurut Kacung, pencarian nama-nama candi bisa melalui penelitian arkeologis atau penelusuran sejarah. “Ini tantangan yang serius. Jangan karena belum ada namanya lantas berprinsip apalah arti sebuah nama,” ujar Kacung.
     
    Dia menambahkan, di kompleks Candi Prambanan, ada 224 candi perwara. Dari jumlah itu, baru satu candi perwara yang telah selesai dipugar pada tahun ini.

    Satu candi perwara di kompleks Prambanan yang telah dipugar itu bernama Candi Perwara Deret I Nomor 43. Pemugaran candi tersebut dikerjakan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta. Pemugaran dilakukan dengan mengembalikan teknologi asli (teknologi kuna) alias memberikan perkuatan modern hanya jika diperlukan.

    Selain Candi Perwara Deret I Nomor 43, tahun ini BPCB Jawa Tengah juga menyelesaikan pemugaran Candi Lumbung yang berada di kompleks Candi Prambanan wilayah Klaten. Tahap-tahap pemugaran Candi Lumbung meliputi pembongkaran bangunan dan lantai kerja, konservasi batu komponen candi, uji laboratorium tanah pendukung candi, dan pemasangan candi.

    Satu lagi candi yang baru selesai dipugar pada tahun ini adalah Candi F di kompleks Candi Ijo.

    Menurut data dari BPCB Yogyakarta, pemugaran kompleks Candi Ijo dimulai sejak 1996. Hingga 2014, ada lima bangunan yang telah dipugar, yaitu Candi Induk, tiga candi perwara di teras teratas, dan Candi K yang arsitekturnya mirip Candi F yang telah dipugar tahun ini.

    Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hari Widianto mengatakan saat ini sudah ada satu candi perwara di kompleks Candi Prambanan yang siap dipugar dan ditargetkan selesai pada 2016. “Kalau di kompleks Candi Ijo itu ada sepuluh candi. Sebagian sudah dipugar. Memugar satu candi rata-rata butuh waktu satu tahun,” tutur Hari.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komponen Lokal Mobil Esemka Bima, Mesin Masih Impor dari Cina

    Mobil Esemka Bima 1.2 dan Bima 1.3. adalah dua model pikap yang diluncurkan oleh PT Solo Manufaktur Kreasi pada Jumat, 6 September 2019.