Buwas Ajak Panglima TNI Tukar Jabatan: Pasti Gaduh!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Budi Waseso (baju putih) menunjukan barang bukti narkoba saat gelar perkara kasus Narkotika Jenis Sabu dan Ekstasi Jaringan Internasional di Polda Metro Jaya, Jakarta, 9 September 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Budi Waseso (baju putih) menunjukan barang bukti narkoba saat gelar perkara kasus Narkotika Jenis Sabu dan Ekstasi Jaringan Internasional di Polda Metro Jaya, Jakarta, 9 September 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso mengajak Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk bertukar jabatan jika Gatot tidak membantu BNN melakukan upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

    Permintaan ini disampaikan Budi Waseso ketika bertemu dengan Gatot beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, ia mengajak TNI bekerja sama untuk memberantas narkoba. "Kalau Panglima enggak berani, ayo kita tukar jabatan," kata Buwas, begitu dia biasa disapa, di kantornya pada Jumat, 6 November 2015.

    Namun Buwas buru-buru menambahkan bahwa ajakan bertukar jabatan itu dalam konteks bercanda saja. "Saya berkelakar saja dengan Panglima," katanya. Kalau benar ia menjadi panglima, kata Buwas, Indonesia pasti gaduh. "Pasti gaduh karena TNI dipimpin oleh yang bukan TNI," ujarnya sambil tertawa.

    Menurut Buwas, status Indonesia saat ini sudah darurat narkoba. "Artinya, kami perang menghadapi narkoba," katanya. Dalam kurun kurang dari setahun saja, jumlah pengguna meningkat. "Dari hasil evaluasi (setahun lalu), ada 4,2 juta pengguna. Sedangkan sekarang sudah jadi 5,9 juta," katanya. Dia tak merinci bagaimana survei itu dilakukan.

    Buwas memastikan perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan BNN saja. Dia mengaku membutuhkan bantuan TNI, polisi, serta pemerintah. Selain itu, bantuan masyarakat akan sangat berarti.

    Untuk itu, Buwas mengaku sudah berbicara dengan Presiden Joko Widodo terkait dengan bantuan yang diperlukan BNN. Ia meminta Presiden menugasi TNI dan Polri membuat program khusus penanganan narkoba. "Kalau (mereka) tidak buat program, artinya (mereka) tidak bekerja, tidak menaati perintah Presiden," tuturnya.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.