Menteri Susi Ajak Publik Awasi Kapal Asing, Ini Perangkatnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, 15 September 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, 15 September 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada 2016 bakal meluncurkan perangkat yang diberi nama Global Fishing Watch Sarana ini berfungsi untuk mengamati pergerakan kapal ikan ilegal dan legal di perairan Indonesia.

    "Dengan Global Fishing Watch, tidak ada lagi kapal-kapal ikan yang bisa bersembunyi," kata Susi Pudjiastuti dalam acara Kinerja Satu Tahun Kelautan dan Perikanan di Kantor KKP, Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2015.

    Menurut dia, perangkat tersebut merupakan hasil kerja sama dengan sejumlah perusahaan, di antaranya Google, yang merupakan perusahaan mesin pencari paling banyak digunakan pengguna dunia maya.

    Perangkat itu sebagai tindak lanjut dari kunjungannya Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
    Melalui Global Fishing Watch, di masa mendatang publik dapat memantau pergerakan kapal-kapal penangkap ikan di kawasan perairan Indonesia.

    Ini sekaligus menjawab kegalauan berbagai kalangan atas sulitnya mencegah pencurian ikan oleh kapal asing. Sampai-sampai Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menyatakan Indonesia perlu menutup perizinan operasional untuk kapal asing.

    "Indonesia tidak perlu takut mendapati protes atau gugatan dari negara lain jika menutup rapat perizinan untuk kapal ikan asing di perairan Indonesia," kata Ketua Pengembangan Hukum KNTI Marthin Hadiwinata di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2015.

    Menurut dia, larangan kapal ikan asing beroperasi di perairan Indonesia sangat mungkin dilakukan, bahkan didukung oleh rezim internasional, sekurang-kurangnya dengan tiga syarat.

    ANTARA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.