Atasi Kebakaran Hutan, Pemerintah Modifikasi Cuaca

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Luhut Pandjaitan (tengah) bersama Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya (kanan) dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berdiskusi di lokasi kebakaran hutan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, 24 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    Menko Polhukam Luhut Pandjaitan (tengah) bersama Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya (kanan) dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berdiskusi di lokasi kebakaran hutan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, 24 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan pemaparan mengenai penanganan kebakaran hutan kepada Presiden Joko Widodo di Ogan Komering Ilir. Dalam pemaparannya, Luhut mengatakan saat ini pemerintah akan mengoptimalkan modifikasi cuaca untuk penanganan kebakaran hutan.

    "Pemerintah telah melakukan modifikasi cuaca untuk membuat hujan buatan yang dioptimalkan di daerah dengan potensi hujan. Upaya ini sudah cukup berhasil di Jambi dan Sumatera Selatan," kata Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana, Kamis, 29 Oktober 2015.

    Selain modifikasi cuaca, Luhut melaporkan kepada Presiden bahwa pemadaman api dengan pembangunan kanal blocking dan embung telah dilakukan di Jambi dan Palangkaraya. "Selain itu juga dilakukan pemadaman menggunakan pesawat dan pemadaman dari darat dengan dibantu unsur TNI," kata Ari.

    Untuk memaksimalkan pemadaman, Indonesia juga akan menerima lima pesawat air tractor. Salah satu pesawat itu akan dialokasikan ke Jawa. Ari mengatakan Malaysia dalam waktu dekat akan kembali mengirimkan pesawat Bombardier CL-415.

    "Dalam laporan ke Presiden juga disampaikan Malaysia akan mengirim tenaga pemadam kebakaran yang berpengalaman di lahan gambut," kata Ari.

    Berdasarkan pantauan satelit dengan tingkat akurasi 90 persen, hingga pagi ini jumlah titik api di Sumatera mencapai 82 titik. Sementara di Kalimantan terdapat 70 titik api dan di Jakawa mencapai 14 titik api.

    ANANDA TERESIA

    Topik Terhangat: Bom di Mal Alam Sutera


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.