Kemenristek: Kalau Sudah Jadi Profesor, Jangan Ongkang Kaki

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ali Gufron Mukti. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Ali Gufron Mukti. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ali Gufron Mukti berharap para tenaga pendidik yang sudah bergelar profesor tetap rajin dalam bekerja. “Kalau sudah jadi professor, jangan ongkang-ongkang kaki saja,” katanya setelah memberikan sambutan pada Malam Anugerah Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Berprestasi 2015 di Hotel Grand Sahid, Rabu, 28 Oktober 205.

    Gufron yakin para tenaga pendidik ini sangat berusaha keras untuk meraih gelar professor. Namun ia menyayangkan, setelah meraih gelar itu, usaha para profesor itu mengendur, seakan tidak ingin membuat diri lebih maju lagi. Padahal mereka sudah menerima tunjangan profesi. “Padahal, setelah diberikan insentif itu, harapannya profesor bisa lebih memberikan inovasi dan membuat lebih banyak jurnal,” ucapnya.

    Kementerian ingin agar para profesor di Indonesia bisa menjadi profesor yang berkarakter. “Sesuai dengan filosofinya nama, dan makna harus sesuai. Jadi harus beri dampak,” ujarnya.

    Gufron menuturkan Kementerian sedang mencari cara yang lebih tepat agar para tenaga pendidik bergelar profesor bisa lebih memberikan manfaat dengan karya-karyanya. Pihaknya juga sedang membahas berbagai persoalan terkait dengan keprofesoran di Indonesia, mulai sistem pengajuan hingga tanggung jawab tridarma perguruan tinggi yang diemban seorang profesor.

    MITRA TARIGAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.